Anak Tak Lulus Seleksi IPDN, Anggota DPRD Kota “Labrak” BKD

Anak Tak Lulus Seleksi IPDN, Anggota DPRD Kota “Labrak” BKD

  • Heri: Terindikasi Ada Permainan
BENGKULU RU - Anggota DPRD Kota Bengkulu, Heri Ifzan, SE bersama saudaranya, Sarmidi Senin (24/7) sekitar pukul 10.00 WIB mendatangi kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu. Ini setelah anaknya, Dhea yang mengikuti seleksi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dinyatakan tidak lulus atau gugur, yang mana ketidaklulusan itu diduga lantaran terdapat permainan. Heri Ifzan mengatakan, pasca mendapatkan kabar jika anaknya (Dhea, red) tidak lulus pada tahap tes kesehatan Jum\'at (21/7) lalu, Ia langsung menghubungi kakaknya (Sarmidi, red) untuk menanyakan langsung kepada Kepala dokter di Rumah Sakit Detasemen Kesehatan Tentara (DKT) Kota Bengkulu. \"Karena saat itu saya sedang berada di Jakarta,\" ungkap Heri. Dari koordinasi itu, lanjutnya, panitia kesehatan RS DKT menyatakan jika anaknya itu lulus. Dari keterangan itulah artinya ada permasalahan, dimana dalam penerimaan IPDN melalui BKD Provinsi Bengkulu ini ada hal-hal yang tidak wajar. \"Apalagi sebelumnya anak saya juga sudah melakukan check up ke sejumlah Rumah Sakit di Kota Bengkulu dan menyatakan anak saya sehat,\" beber Heri. Hanya saja, sambung Heri, pada saat pengumuman, malah nama anaknya dinyatakan tidak lulus. Jadi wajar jika Ia menanyakan penyebab sampai anaknya tidak lulus. \"Dengan kejadian ini saya menduga ada permainan yang tidak sehat pada tahapan tes kesehatan. Maka dari itu saya minta hasil tes dikaji ulang,\" tegas Heri. Ia menambahkan, dalam masalah ini juga Ia telah menyurati Polri, KPK dan Presiden melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri). \"Karena jangan sampai perekrutan IPDN diciderai dengan kecurangan. Terlebih IPDN itu merupakan kader bangsa yang sehat dan berintegritas, agar terlahir generasi yang bersih dan baik. Tapi dengan kejadian ini malah endingnya tidak baik,\" sesal Heri. Sementara itu, Sarmidi mengaku, terkait tidak lulus keponakannya dalam seleksi tes kesehatan, Iapun langsung menemui Dandenkes DKT, Letkol Ketut. \"Dari penjelasan Pak Ketut itulah, jika keponakan saya ini memenuhi syarat untuk maju tahapan selanjutnya. Dengan fakta itu, saya pun meminta Pak Ketut juga langsung menghubungi orang tua dari keponakan daya ini,\" singkat Sarmidi. Pantauan RU, setiba di BKD, Heri dan Sarmidi tidak berhasil ketemu dengan panitia seleksi IPDN yang bersekretariat di BKD. Dan dihari itu juga keduanya langsung melayangkan surat kepada Plt Gubernur Bengkulu, yang ditembuskan kepada BKD dan sejumlah instasi terkait lainnya.
  • Gotri: Pasti Kita Tindaklanjuti
SEMENTARA ITU, Plt. Sekdaprov Bengkulu, H. Gotri Suyanto yang dikonfirmasi terkait masalah ini berjanji akan menindaklanjuti protes yang disampaikan warga. \"Kita ingin dalam penerimaan Praja IPDN bebas dari KKN, untuk Itu kita akan Panggil dulu pihak Panitia jangan sampai Ada permainan, seperti yang ditudingkan,\" singkatnya. (tux)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: