Hindari Gesekan Antar Nelayan, Dinas Perikanan Surati Provinsi

Hindari Gesekan Antar Nelayan, Dinas Perikanan Surati Provinsi

Kepala Dinas Perikanan Mukomuko, Rahmad Hidayat, S.PI, M.Si-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Persoalan aktivitas nelayan dari luar daerah yang masuk ke wilayah tangkap nelayan Kabupaten Mukomuko kembali menjadi perhatian. Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko memastikan akan menyurati Pemerintah Provinsi Bengkulu agar pengawasan terhadap aktivitas nelayan di perairan diperketat.

Langkah tersebut menyusul adanya gesekan antara nelayan Mukomuko dengan nelayan dari Kota Bengkulu yang didapati masuk ke wilayah tangkap nelayan Mukomuko. Kondisi itu semakin dikhawatirkan karena nelayan dari luar daerah tersebut disebut menggunakan alat tangkap trawl.

Kepala Dinas Perikanan Mukomuko, Rahmad Hidayat, S.Pi., M.Si., mengatakan surat tersebut tengah dimatangkan. Pihaknya berharap pemerintah provinsi dapat mengambil langkah pengawasan sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Suratnya akan kita sampaikan ke provinsi. Kita harapkan ada pengawasan terhadap aktivitas nelayan, sehingga nelayan dari daerah lain tidak masuk ke wilayah tangkap nelayan Mukomuko,” katanya.

BACA JUGA:Sarana Melaut Nelayan Tetap Digelontorkan, 19 KUB Mukomuko Jadi Sasaran

Menurutnya, masuknya nelayan dari luar daerah ke wilayah tangkap nelayan Mukomuko berpotensi menimbulkan gesekan di lapangan. Terlebih apabila aktivitas tersebut menggunakan alat tangkap yang dinilai dapat mengganggu wilayah tangkap dan keberlangsungan sumber daya ikan.

Karena itu, persoalan tersebut tidak hanya perlu diselesaikan ketika terjadi konflik. Pengawasan di wilayah perairan dinilai harus dilakukan secara berkelanjutan agar batas wilayah tangkap masing-masing nelayan dapat dihormati.

Dinas Perikanan Mukomuko berharap pemerintah provinsi dapat meningkatkan pengawasan dan mengambil langkah pencegahan. Dengan demikian, nelayan Mukomuko dapat melaut dengan aman tanpa harus berhadapan dengan nelayan dari daerah lain yang masuk ke wilayah tangkap mereka.

“Kita berharap kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. Pengawasan perlu dilakukan agar aktivitas nelayan tetap tertib dan tidak menimbulkan gesekan antar nelayan,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: