Manajer KDKMP Mukomuko Siap Bekerja, Komoditas Masih Ditunggu

Manajer KDKMP Mukomuko Siap Bekerja, Komoditas Masih Ditunggu

Kepala Disperindag Mukomuko, Safriadi, SH-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Sebanyak 127 orang manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah tersedia di Kabupaten Mukomuko. Namun, para manajer tersebut belum sepenuhnya mulai berkantor di gedung koperasi masing-masing karena komoditas yang akan dipasarkan melalui koperasi belum tersedia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mukomuko, Safriadi, SH, mengatakan, ratusan manajer tersebut telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dari PT Agrinas. Bahkan puluhan orang diantaranya telah datang ke Disperindag Mukomuko untuk bersilaturahmi.

Kedatangan para manajer tersebut, kata Safriadi, selain untuk bersilaturahmi juga menjadi bagian dari koordinasi terkait persiapan operasional KDKMP di wilayah masing-masing.

"Manajer sudah ada. Sekitar 23 orang yang sudah menghadap ke Disperindag untuk bersilaturahmi," ujar Safriadi.

BACA JUGA:Manajer KDKMP Mulai Bertugas 11 Oktober, Gaji Tembus Rp6,8 Juta

Meski demikian, aktivitas KDKMP belum berjalan secara penuh. Ratusan manajer tersebut masih menunggu komoditas yang nantinya akan menjadi produk utama untuk dijual melalui koperasi.

Saat ini, fasilitas pendukung operasional disebut sudah mulai tersedia. Di antaranya kendaraan roda enam dan roda empat serta berbagai sarana dan prasarana penunjang kegiatan penjualan produk koperasi.

Safriadi menjelaskan, keberadaan kendaraan dan sarana pendukung tersebut menjadi bagian dari persiapan awal sebelum KDKMP benar-benar menjalankan aktivitas perdagangan dan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, keberadaan 127 manajer KDKMP di Kabupaten Mukomuko saat ini masih dalam tahap persiapan. Operasional koperasi secara penuh masih menunggu ketersediaan komoditas yang akan dipasarkan.

"Kami berharap seluruh persiapan tersebut dapat segera dituntaskan sehingga KDKMP tidak hanya memiliki struktur pengelola dan fasilitas, tetapi juga benar-benar mampu menjadi wadah perputaran ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: