Armada Damkar Belum Merata, Penanganan Kebakaran di Mukomuko Lambat

Armada Damkar Belum Merata, Penanganan Kebakaran di Mukomuko Lambat

Mukomuko masih kekurangan damkar untuk mempercepat pemadaman saat kebakaran-Radar Utara/ Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Luasnya wilayah Kabupaten Mukomuko belum diimbangi dengan pemerataan armada pemadam kebakaran. Kondisi tersebut menjadi persoalan yang harus segera mendapat perhatian serius pemerintah daerah, terutama dalam memastikan pelayanan penanganan kebakaran dapat bergerak cepat hingga ke wilayah pelosok.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Mukomuko, Juni Kurnia Diana, SAP, mengatakan kebutuhan armada pemadam kebakaran masih cukup besar. Idealnya, setiap kecamatan memiliki kendaraan damkar sendiri sehingga penanganan kejadian kebakaran tidak bergantung pada armada yang berada di kecamatan lain.

Menurutnya, keberadaan armada di setiap kecamatan akan memangkas waktu tempuh petugas. Hal ini sangat penting karena dalam peristiwa kebakaran, kecepatan menjadi salah satu faktor utama untuk mencegah api semakin membesar dan merembet ke bangunan maupun kawasan di sekitarnya.

“Harapan kita setiap kecamatan ada satu unit damkar. Kalau terjadi kebakaran, armada yang paling dekat bisa langsung bergerak,” katanya.

Ia menjelaskan, kondisi geografis Kabupaten Mukomuko yang memanjang serta terdiri dari 15 kecamatan membuat kebutuhan pemerataan armada semakin penting. Ketika terjadi kebakaran di wilayah yang jauh dari pos atau armada damkar, petugas membutuhkan waktu lebih panjang untuk mencapai lokasi.

Persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kemampuan petugas dalam memadamkan api, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat dan potensi kerugian yang ditimbulkan. Semakin lama api dibiarkan, semakin besar pula kemungkinan bangunan dan harta benda tidak dapat diselamatkan.

Juni mengatakan, penambahan kendaraan damkar telah menjadi usulan yang disampaikan secara berulang setiap tahun. Usulan tersebut diharapkan dapat direalisasikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

“Setiap tahun kita usulkan penambahan armada. Pemerintah daerah juga merespons positif kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Dinas Damkar berharap persoalan pemerataan armada menjadi salah satu perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah. Penambahan kendaraan tidak harus dilakukan sekaligus, namun dapat diprioritaskan secara bertahap pada kecamatan yang selama ini memiliki jarak cukup jauh dari jangkauan armada.

Dengan demikian, pelayanan pemadam kebakaran tidak hanya terpusat pada wilayah tertentu. Masyarakat di kecamatan yang jauh dari pusat pemerintahan juga memiliki kepastian bahwa ketika musibah kebakaran terjadi, bantuan dapat datang dalam waktu sesingkat mungkin.

"Sebab, dalam penanganan kebakaran, persoalannya bukan hanya seberapa banyak armada yang dimiliki pemerintah daerah, tetapi seberapa cepat armada tersebut bisa tiba di lokasi ketika masyarakat membutuhkan pertolongan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: