Mukomuko Belum Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Warga Diminta Tak Terpancing Hoaks

Mukomuko Belum Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Warga Diminta Tak Terpancing Hoaks

Kepala Pelaksana BPBD Mukomuko, Ir Ruri Irwandi, ST, MT-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Masyarakat Kabupaten Mukomuko diminta tetap tenang menyikapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berada di wilayah Lampung. Hingga saat ini, erupsi tersebut belum menimbulkan dampak yang dirasakan di wilayah Mukomuko, baik berupa debu vulkanik maupun dampak lainnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Ir Ruri Irwandi, ST, MT, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau bersama informasi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Untuk Mukomuko sampai saat ini belum terdampak, baik debu maupun yang lainnya. Kita tetap melakukan pemantauan dan mengikuti perkembangan informasi resmi," jelas Ruri.

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau memang terekam pada stasiun seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 19 milimeter dan durasi sekitar 29 detik.

Namun, BMKG tidak menemukan adanya anomali pada rekaman seismograf di sekitar waktu kejadian. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa belum terdapat indikasi aktivitas lain yang perlu dikhawatirkan masyarakat Mukomuko.

Tidak hanya aktivitas kegempaan, kondisi muka air laut juga turut menjadi perhatian. Hingga 5 September 2026 pukul 10.30 WIB, BMKG menyatakan tidak terdapat kenaikan muka air laut yang signifikan akibat aktivitas erupsi tersebut.

"Dengan kondisi tersebut, masyarakat Mukomuko diminta tidak panik dan tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial maupun melalui pesan berantai yang sumbernya tidak jelas," pesannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing isu ataupun hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung api hendaknya hanya mengacu pada sumber resmi pemerintah.

Masyarakat juga diminta selalu merujuk informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau yang bersumber dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, termasuk melalui aplikasi MAGMA Indonesia.

"Kita mengimbau masyarakat tetap tenang. Jangan terpancing isu yang belum jelas sumbernya. Kalau ada perkembangan, tentu informasi resmi akan menjadi acuan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: