Tekan Penularan Rabies, Ternak Peliharaan Warga Mukomuko Divaksin Gratis

Tekan Penularan Rabies, Ternak Peliharaan Warga Mukomuko Divaksin Gratis

Terlihat para petugas peternakan dan kesehatan hewan siap melaksanakan pengobatan gratis dan vaksinasi HPR-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Ancaman penularan rabies dari hewan peliharaan menjadi perhatian Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko. Untuk menekan risiko tersebut, pemerintah daerah menggelar vaksinasi rabies sekaligus pengobatan gratis bagi hewan peliharaan masyarakat.

Kegiatan dipusatkan di halaman Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Rabu 12 Agustus 2026. Hewan yang menjadi sasaran bukan hanya anjing dan kucing, tetapi juga kera yang dipelihara masyarakat dan berpotensi menjadi sumber penularan rabies.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Mukomuko, drh Diana Nur Wahyuni, membenarkan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelayanan gratis diberikan sebagai langkah pencegahan agar kasus rabies tidak berkembang dan membahayakan masyarakat.

“Pengobatan dan vaksinasi ini gratis untuk ternak peliharaan warga, seperti kucing, anjing maupun kera,” katanya.

BACA JUGA:Stok Vaksin Rabies Aman, Warga Diminta Segera Vaksin Hewan Peliharaan

Ia menegaskan, rabies bukan penyakit yang bisa dianggap sepele. Penyakit tersebut dapat menular melalui gigitan hewan yang terinfeksi dan berisiko fatal apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

Karena itu, vaksinasi terhadap hewan peliharaan dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk memutus rantai penularan. Pemerintah tidak hanya menunggu munculnya kasus, tetapi melakukan pencegahan dengan mendatangi langsung pemilik hewan yang membutuhkan pelayanan.

Diana mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan hewan peliharaan berkeliaran tanpa pengawasan. Pemilik juga diminta segera membawa hewan peliharaan untuk mendapatkan vaksinasi apabila belum divaksin atau membutuhkan pelayanan kesehatan.

"Langkah ini penting karena potensi penularan rabies tidak hanya berkaitan dengan hewan liar. Hewan peliharaan yang tidak mendapatkan vaksinasi juga dapat menjadi sumber risiko apabila terpapar virus rabies," jelasnya.

Pihaknya berharap kesadaran pemilik hewan terus meningkat. Pencegahan rabies tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama dalam menjaga, memvaksinasi dan mengawasi hewan peliharaan. Dengan vaksinasi dan pengobatan gratis tersebut, ia menargetkan risiko penularan rabies di Kabupaten Mukomuko dapat ditekan.

BACA JUGA:Stok Vaksin Rabies Aman, Warga Diminta Segera Vaksin Hewan Peliharaan

"Masyarakat juga diharapkan tidak menunggu sampai terjadi kasus gigitan baru mengambil tindakan, karena pencegahan jauh lebih penting dibanding penanganan setelah penularan terjadi," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: