Komplek Perkantoran Mukomuko Ramai Bak Pasar Malam

Komplek Perkantoran Mukomuko Ramai Bak Pasar Malam

Terlihat peserta lomba dalam tangka memeriahkan HUT RI saat menerima hadiah sebagai pemenang-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Suasana komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Mukomuko dipastikan semakin ramai hingga 17 Agustus 2026. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) menggelar berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut membuat kawasan perkantoran tidak hanya dipenuhi aktivitas kedinasan, tetapi juga diramaikan perlombaan yang diikuti pegawai masing-masing OPD. Dentuman musik dari sejumlah kegiatan bahkan membuat suasana komplek perkantoran diperkirakan bakal ramai bak pasar malam.

Di satu sisi, kegiatan tersebut merupakan bagian dari hiburan dan ajang kebersamaan para pegawai. Namun di sisi lain, pemerintah daerah tetap dituntut memastikan aktivitas perlombaan tidak menggeser fungsi utama komplek perkantoran sebagai pusat pelayanan masyarakat.

Warga Mukomuko, Ruhin mengingatkan agar kemeriahan menyambut HUT RI tidak sampai membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan. Menurutnya, kegiatan perlombaan boleh saja dilaksanakan, tetapi pekerjaan dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah tetap harus menjadi prioritas

“Silakan menggelar perlombaan, tetapi jangan sampai pelayanan kepada masyarakat terganggu. Masyarakat datang ke kantor pemerintah bukan untuk mengikuti perlombaan, melainkan untuk mendapatkan pelayanan,” tegasnya.

Ia menilai, kegiatan perayaan kemerdekaan semestinya tidak menjadi alasan bagi aparatur mengurangi kualitas pelayanan. Apalagi, OPD memiliki tugas masing-masing yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Kondisi komplek perkantoran yang ramai akibat perlombaan juga perlu diatur agar tidak mengganggu masyarakat yang memiliki keperluan administrasi maupun pelayanan lainnya. Termasuk penggunaan pengeras suara dan musik yang terlalu keras sehingga berpotensi mengganggu aktivitas kerja di kantor-kantor pemerintahan.

Menurutnya, pemerintah daerah harus mampu membedakan antara kegiatan hiburan dengan kewajiban pelayanan. Perlombaan cukup ditempatkan sebagai kegiatan pendukung, bukan sampai mengambil alih aktivitas utama kantor.

“Jangan sampai masyarakat datang mencari pelayanan, tetapi pegawainya sibuk mengikuti lomba. Kalau itu terjadi, tentu yang dirugikan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, masing-masing OPD diminta tetap mengatur jadwal kegiatan secara proporsional. Pegawai yang terlibat perlombaan tetap harus memastikan pelayanan di meja kerja berjalan normal. Jangan sampai seluruh pegawai meninggalkan tugas hanya karena mengikuti kegiatan perayaan.

Kemeriahan HUT RI juga tidak harus diukur dari seberapa keras musik yang terdengar atau seberapa banyak perlombaan yang digelar. Ukuran keberhasilan pemerintah tetap berada pada kemampuan menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik.

Apalagi komplek perkantoran Pemkab Mukomuko merupakan kawasan yang setiap hari didatangi masyarakat dari berbagai kecamatan. Mereka datang dengan kebutuhan yang beragam dan sebagian membutuhkan pelayanan yang cepat. Karena itu, aktivitas perayaan seharusnya tidak mengorbankan kepentingan masyarakat.

"Perayaan kemerdekaan harus tetap berjalan, tetapi kewajiban pelayanan publik tidak boleh berhenti. Aparatur pemerintah digaji untuk bekerja dan melayani masyarakat. Karena itu, ketika hiburan dan pekerjaan bertemu di tempat yang sama, pelayanan masyarakat harus tetap menjadi batas yang tidak boleh dilanggar," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: