Putus Rantai Kemiskinan, Mukomuko Stop Jual Mentah Sawit dan Gabah
Kepala Bapperinda Mukomuko, Singgih Pramono, MH-Radar Utara/ Wahyudi-
Mukomuko ditargetkan tidak lagi berhenti pada produksi CPO, tetapi berkembang menjadi pusat industri turunan seperti refinery, oleokimia, pakan ternak, biodiesel, hingga pemanfaatan biomassa.
BACA JUGA:Sawit Ilegal Masih Bertahan, Penertiban Dinilai Belum Sentuh Akar Permasalahan di BAS
Sektor ini diproyeksikan mampu menyerap ribuan tenaga kerja sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah.
Kedua, hilirisasi padi. Pengembangan diarahkan pada pembangunan rice milling unit modern, produksi beras premium dengan merek daerah, serta pemanfaatan limbah seperti katul dan sekam menjadi pakan ternak dan bahan bakar alternatif.
Langkah ini juga ditujukan untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kalau hilirisasi berjalan, maka efek berantainya jelas: tenaga kerja terserap, pendapatan daerah naik, dan harga komoditas petani menjadi lebih stabil,” kata Singgih.
Ia juga menyebutkan, kebijakan ini telah dikunci dalam dokumen RPJMD Kabupaten Mukomuko dengan target mewujudkan daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera berbasis pertanian dan perkebunan unggulan.
BACA JUGA:DBH Sawit Terjun Bebas, Mukomuko Dipaksa Tahan Nafas Tanpa Pembangunan
Untuk mempercepat realisasi, pemerintah daerah fokus pada tiga langkah utama, penyederhanaan regulasi investasi, pembangunan infrastruktur penunjang seperti jalan produksi dan listrik industri, serta menarik investasi swasta untuk membangun pabrik di Mukomuko.
"Dalam lima tahun ke depan, pemerintah daerah menargetkan terbukanya lapangan kerja baru dalam skala besar, peningkatan signifikan pendapatan asli daerah, serta stabilitas harga komoditas petani," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: