DWP Kemenag Mukomuko Hadir Menguatkan Anak Yatim dan Disabilitas
DWP Kemenag Mukomuko saat memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan disabilitas-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Di tengah semangat kepedulian yang kian diuji zaman, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mukomuko menunjukkan bahwa empati masih tumbuh dan hidup di tengah masyarakat. Melalui momentum program nasional Lebaran Yatim dan Disabilitas, organisasi perempuan ini hadir membawa harapan dan kehangatan bagi mereka yang membutuhkan perhatian lebih.
Kegiatan dipusatkan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Mukomuko itu berlangsung dalam suasana penuh haru dan kekeluargaan. Puluhan anak yatim dan penyandang disabilitas tampak larut dalam kebersamaan, merasakan langsung sentuhan kasih dari para anggota DWP yang datang tidak sekadar menjalankan program, tetapi menghadirkan kepedulian nyata.
Ketua DWP Kemenag Mukomuko, Suji Darti, SH.I menegaskan bahwa kehadiran pihaknya bukan hanya seremonial, melainkan bentuk komitmen moral untuk terus berdiri bersama mereka yang membutuhkan dukungan.
“Anak-anak yatim dan penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk merasakan kasih sayang dan perhatian. Mereka tidak boleh merasa sendiri. Kehadiran kita hari ini adalah bagian dari upaya memastikan mereka tetap memiliki semangat dan harapan untuk masa depan,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, anggota DWP tampak berbaur tanpa sekat, menyapa, bercengkerama, hingga memberikan santunan kepada para peserta. Tawa dan senyum yang tercipta menjadi bukti bahwa kebahagiaan sederhana mampu menghadirkan makna yang begitu dalam.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mukomuko, para anggota DWP, serta wali murid anak-anak penyandang disabilitas. Kehadiran berbagai pihak tersebut semakin memperkuat pesan bahwa kepedulian adalah tanggung jawab bersama.
Ia juga menegaskan, Lebaran Yatim dan Disabilitas bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sebagai refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan empati dan solidaritas sosial.
"Kami berharap, kegiatan serupa tidak berhenti sebagai rutinitas seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu mempererat ikatan kemanusiaan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: