Pembangunan Koperasi Desa Dikebut, 60 KDMP di Mukomuko Tuntas
Di Mukomuko, sebanyak 60 KDMP selesai dibangun-Radar Utara/ Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Mukomuko mulai menunjukkan progres nyata. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) setempat mencatat, sebanyak 60 unit koperasi telah rampung dibangun dari total 150 unit yang ditargetkan tersebar di berbagai kecamatan.
Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Mukomuko, Safriadi, SH, menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi indikator awal percepatan program penguatan ekonomi desa yang saat ini terus dikebut.
“Dari total 150 KDMP yang direncanakan, sebanyak 60 unit sudah selesai dibangun. Data ini berdasarkan laporan dari Makodim 0428/Mukomuko yang turut mendampingi proses pembangunan di lapangan,” ujar Safriadi.
Ia menekankan, pembangunan KDMP bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi masyarakat desa berbasis koperasi. Keberadaan koperasi ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang mampu menampung, mengelola, dan mendistribusikan hasil usaha masyarakat secara lebih terorganisir.
Safriadi menjelaskan, pihaknya terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target. Selain TNI melalui Makodim 0428/Mukomuko, pemerintah daerah juga melibatkan perangkat desa dan kecamatan dalam proses pengawasan.
“Kami tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga kualitas bangunan dan kesiapan operasionalnya. Setelah fisik selesai, tahapan berikutnya adalah memastikan koperasi ini benar-benar berjalan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa sisa pembangunan KDMP yang belum rampung akan terus dipacu dalam waktu dekat. Pemerintah daerah menargetkan seluruh unit koperasi tersebut dapat segera difungsikan secara maksimal.
Menurutnya, keberadaan KDMP memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi desa, khususnya dalam menghadapi tantangan distribusi dan pemasaran hasil produksi masyarakat.
“Kalau koperasi ini berjalan optimal, maka akan menjadi tulang punggung ekonomi desa. Masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pihak luar dalam memasarkan hasil usaha mereka,” tambahnya.
Di sisi lain, Safriadi juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.
"Kami berharap koperasi yang telah berdiri tidak hanya menjadi bangunan semata, tetapi benar-benar hidup dan berkembang," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: