MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindag) Kabupaten Mukomuko turun langsung melakukan pengecekan ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah ini dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat terkait kendaraan yang mengalami mogok setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM). Setelah dilakukan pengecekan, terdapat di dalam saringan minyak pada tangki kendaraan terdapat serbuk yang menyerupai tepung.
Dua SPBU yang didatangi tim Disperindag yakni SPBU di Kelurahan Banda Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko, dan SPBU di Desa Arah Tiga, Kecamatan Lubuk Pinang.
Kepala Disperindag Mukomuko, Saftiadi, SH, mengatakan kedatangan pihaknya untuk memastikan informasi yang beredar di tengah masyarakat tersebut. Terlebih, Disperindag menerima laporan adanya kendaraan warga yang mengalami kemacetan atau mogok setelah mengisi BBM, dengan dugaan bahan bakar tercampur material menyerupai tepung.
“Kita turun untuk memastikan informasi tersebut. Kita juga sudah melakukan konfirmasi kepada pihak SPBU terkait dugaan adanya campuran bahan lain dalam BBM,” kata Saftiadi.
Dari hasil konfirmasi dengan pengelola SPBU, lanjut Saftiadi, setiap pasokan BBM yang datang selalu dilakukan pengambilan sampel untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan sampel tersebut disebut tidak menunjukkan adanya kandungan bahan lain di dalam BBM.
BACA JUGA:Mobil Macet Usai Isi Pertalite, Desak Pertamina Bertanggungjawab
“Dari keterangan pihak SPBU, setiap BBM yang datang selalu diambil sampelnya dan dilakukan pengujian. Hasilnya tidak ditemukan kandungan lain. Artinya, BBM yang diterima dan disalurkan dalam kondisi murni, tidak ada campuran bahan seperti tepung atau bahan lainnya,” jelasnya.
Meski demikian, Disperindag meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan penyebab kendaraan mogok sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan maupun BBM yang digunakan.
Disperindag juga mengapresiasi keterbukaan pihak SPBU yang memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan laporan apabila menemukan kejanggalan terhadap BBM yang dibeli.
Pihak SPBU, kata Saftiadi, menyatakan siap menerima informasi atau keluhan dari konsumen. Jika ditemukan dugaan BBM tercampur bahan lain, laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan pihak Pertamina untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kita minta masyarakat jangan ragu menyampaikan informasi apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan. Kalau ada dugaan BBM tercampur, segera laporkan kepada pihak SPBU agar bisa dikoordinasikan dengan Pertamina dan dilakukan pengecekan,” tegas Saftiadi.
BACA JUGA:Mobil Macet Usai Isi Pertalite, Desak Pertamina Bertanggungjawab
Menurutnya, pengawasan terhadap kualitas BBM penting dilakukan untuk memberikan kepastian dan rasa aman kepada masyarakat sebagai konsumen. Selain itu, laporan masyarakat juga diperlukan sebagai bahan evaluasi apabila ditemukan persoalan di lapangan.
"Kami memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan kualitas BBM di wilayah Kabupaten Mukomuko, terutama apabila kembali menerima laporan atau keluhan dari masyarakat," pungkasnya.