Ia menilai, apabila koperasi mampu mengambil posisi sebagai mitra, maka keberadaan Kopdes Merah Putih justru dapat menciptakan ekosistem ekonomi desa yang saling menguatkan.
BACA JUGA:4 Desa Terima Pickup dan Truk, Operasional Kopdes Merah Putih Mulai Diperkuat
Koperasi dapat membantu menyediakan kebutuhan, membuka akses pasar maupun mendukung kegiatan usaha masyarakat,
Sementara masyarakat tetap memiliki ruang untuk menjalankan usaha yang telah mereka bangun.
Karena itu, Josmodi memandang penyelarasan program kerja antara manager dan pengurus Kopdes perlu dilakukan sejak awal sebelum para manager mulai menjalankan tugasnya di masing-masing desa atau kelurahan.
“Kalau sinergi sudah dibangun sejak awal, manager dan pengurus bisa menyatukan visi.
Manager membawa program pemerintah, sedangkan pengurus memberikan gambaran nyata tentang kondisi dan kebutuhan masyarakat di desa,” katanya.
BACA JUGA:Apotek dan Klinik Kopdes Harus Dikelola SDM Profesional, Anggota DPRD Minta Rekrutmen Selektif
Josmodi mengaku hingga saat ini dirinya belum mengetahui secara pasti kapan para manager Kopdes Merah Putih yang telah direkrut dan mendapatkan pembekalan tersebut mulai ditugaskan ke masing-masing Kopdes.
Namun, menurut dia, waktu penugasan seharusnya menjadi momentum awal untuk membangun keselarasan antara visi pemerintah dengan kondisi riil di tingkat desa.
“Jangan sampai program yang dibawa manager berjalan sendiri, sementara pengurus desa juga memiliki pandangan sendiri.
Keduanya harus duduk bersama sejak awal agar unit usaha yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan dan memiliki prospek,” pungkasnya.