Antisipasi Karhutla, Pemprov Bengkulu Bentuk Tim Jaga Api

Rabu 02-09-2026,07:45 WIB
Reporter : Doni Aftarizal
Editor : Ependi Harian

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Sebagai langkah konkrit dalam mencegah atau mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bakal membentuk Tim Jaga Api.

Ini terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pencegahan, mitigasi dan pengendalian Karhutla di Provinsi Bengkulu, Selasa 1 September 2026.

wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Ir. H. Mi'an mengatakan, di tengah musim kemarau yang masih melanda hingga saat ini, kewaspadaan terhadap potensi Karhutla harus ditingkatkan.

"Salah satu langkah yang disiapkan yakni membentuk Tim Jaga Api yang melakukan patroli, dan pengawasan di wilayah yang dinilai rawan kebakaran," ungkap Mi'an.

BACA JUGA:Bayang Karhutla Mengintai TPA Ketahun, Camat Minta Pengelola Ekstra Waspada

Menurut Mi'an, dibentuknya Tim Jaga Api ini diperlukan untuk melakukan patroli dan pengawasan, terutama pada sejumlah titik yang berpotensi terjadi Karhutla.

"Termasuk juga menyiagakan peralatan yang dibutuhkan ketika terjadi Karhutla. Hal sedemikian jangan dianggap gampang, meski Bengkulu tidak termasuk sorotan dalam musibah karhutla," kata Mi'an.

Tim Jaga Api, lanjut Mi'an, nantinya bertugas melakukan pengawasan di kawasan hutan maupun lahan, yang berpotensi menimbulkan titik api selama musim kemarau. 

"Tim ini juga diharapkan mampu bergerak cepat ketika ditemukan indikasi atau potensi munculnya titik api. Sehingga langkah antisipasi bisa cepat dilakukan," sampai Mi'an dalam Rakor yang juga dihadiri Kapolda, Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Perubahan Iklim Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, Prof. Dr. Haruni Krisnawati mengatakan, terdapat tiga hal utama yang harus diperkuat dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla.

BACA JUGA:Waspadai Karhutlah, Masyarakat Bengkulu Diajak Hindari Bakar Lahan

"Diantaranya koordinasi, kolaborasi dan kepemimpinan yang kuat dalam mengendalikan Karhutla yang mengedepankan pencegahan," tegas Haruni.

Dibagian lain, Kepala BMKG Bengkulu, Luhur Tri Uji Prayitno menyampaikan, BMKG pusat telah menginstruksikan seluruh satuan kerja BMKG di daerah, untuk meningkatkan koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait dalam menghadapi potensi El Nino selama musim kemarau.

"Kami mendapat instruksi dari BMKG pusat dan kami sudah gencar turun, pertama kali ke BPBD, BPDAS, forum air, terkait adanya potensi El Nino di musim kemarau ini", demikian Luhur.

Kategori :