MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026 tidak boleh berhenti sebagai agenda tahunan. Momen kemerdekaan harus menjadi energi baru bagi masyarakat Kabupaten Mukomuko untuk memperkuat persaudaraan, gotong royong dan bersama-sama mendukung pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Bupati Mukomuko, H. Choirul Huda, SH, usai mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di lapangan Kantor Bupati Mukomuko, Senin 17 Agustus 2026.
Bupati menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat memiliki peran penting untuk memastikan setiap program pembangunan berjalan dan memberikan manfaat bagi kepentingan bersama.
Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui kepedulian, kebersamaan dan kemauan untuk saling mendukung. Perbedaan latar belakang maupun potensi yang dimiliki setiap masyarakat tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah, tetapi justru harus menjadi kekuatan dalam membangun daerah.
“Momentum kemerdekaan ini kita harapkan menjadi semangat baru bagi masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pembangunan daerah,” ujar Choirul Huda.
Ia mengatakan, masyarakat harus mampu membangun rasa senasib dan sepenanggungan. Dari rasa tersebut diharapkan tumbuh persaudaraan yang kuat sehingga kehidupan sosial di tengah masyarakat semakin kokoh.
Persaudaraan, kata dia, merupakan modal penting dalam menciptakan tata kelola kehidupan bermasyarakat yang baik. Pemerintah juga membutuhkan dukungan masyarakat agar pembangunan tidak hanya berjalan dari atas melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga tumbuh dari kesadaran masyarakat di tingkat bawah.
“Dengan rasa senasib dan sepenanggungan, kita berharap persaudaraan semakin kuat. Dengan begitu kita bisa membentuk tata kelola bermasyarakat, pemerintahan dan tata kelola peradaban yang baik,” tegasnya.
Choirul Huda menilai semangat gotong royong harus kembali diperkuat. Di tengah tuntutan pembangunan yang semakin kompleks, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Potensi yang dimiliki masyarakat harus disatukan agar menjadi kekuatan besar untuk mendorong kemajuan Kabupaten Mukomuko.
Gotong royong, lanjutnya, bukan sekadar bekerja bersama dalam menyelesaikan suatu persoalan. Lebih dari itu, gotong royong merupakan sikap untuk saling membantu, saling menghargai dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Karena itu, semangat kemerdekaan harus mampu diwujudkan dalam tindakan nyata. Masyarakat diharapkan ikut menjaga keamanan, ketertiban, lingkungan dan ikut mengawal berbagai program pemerintah yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan.
Bupati juga menekankan pentingnya membangun generasi yang kuat. Generasi masa depan Mukomuko harus dipersiapkan dengan nilai persatuan, kebersamaan dan kemampuan untuk mengembangkan potensi masing-masing.
“Kita ingin membangun generasi yang kuat, bersatu dengan potensi masing-masing,” katanya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengambil bagian dalam proses pembangunan. Pemerintah membutuhkan masyarakat yang aktif, kritis dan memiliki kepedulian terhadap daerah. Sebaliknya, masyarakat juga membutuhkan pemerintah yang mampu bekerja dan menghadirkan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan rakyat.
Dengan kekuatan tersebut, semangat kemerdekaan diharapkan tidak hanya terasa pada saat peringatan HUT RI, tetapi menjadi semangat yang terus hidup dalam kehidupan sehari-hari.