Rekam Biometrik Haji Dipermudah, Jemaah Mukomuko Tak Perlu ke Bengkulu

Rabu 05-08-2026,08:00 WIB
Reporter : Wahyudi
Editor : Ependi Harian

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mukomuko mulai menghadirkan layanan rekam biometrik bagi jemaah penerima pelimpahan porsi haji secara langsung di daerah.

Layanan ini difasilitasi melalui kehadiran Tim SISKOHAT Kanwil Kemenhaj Provinsi Bengkulu yang turun langsung memberikan pelayanan kepada enam jemaah.

Langkah ini menjadi terobosan dalam memangkas jarak dan waktu pelayanan yang selama ini menjadi kendala.

Sebelumnya, jemaah harus menempuh perjalanan hingga tujuh jam menuju Kota Bengkulu hanya untuk proses rekam biometrik.

Kondisi tersebut tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga berisiko bagi jemaah yang berusia lanjut.

Dengan sistem layanan on-site yang diterapkan, seluruh proses dapat dilakukan di Mukomuko tanpa harus keluar daerah.

Efisiensi waktu dan kemudahan akses menjadi dampak langsung yang dirasakan masyarakat.

Enam jemaah yang mengikuti layanan ini menyambut positif kehadiran tim, karena proses yang sebelumnya dianggap rumit kini dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan sederhana.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mukomuko, H. Darmanto, SHI, MH, menegaskan bahwa pelayanan berbasis kedekatan menjadi fokus utama ke depan.

Menurutnya, layanan haji tidak boleh lagi terpusat dan menyulitkan masyarakat di daerah.

BACA JUGA:Kemenhaj Mukomuko Minta Pembimbing Haji Siap Edukasi, Dampingi, dan Bela Jemaah

“Pelayanan harus hadir di tengah masyarakat, bukan sebaliknya masyarakat yang dipaksa menempuh jarak jauh. Ini bukan sekadar kemudahan, tetapi bagian dari upaya memastikan hak pelayanan jemaah terpenuhi secara layak,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa inovasi layanan seperti ini akan terus diperluas, terutama untuk tahapan-tahapan administrasi yang selama ini menjadi beban bagi jemaah.

Pelimpahan porsi haji, yang umumnya terjadi karena faktor usia atau kondisi kesehatan, membutuhkan kecepatan dan ketepatan layanan agar tidak menghambat keberangkatan.

"Pelaksanaan rekam biometrik di daerah menjadi bukti bahwa sistem pelayanan haji mulai bergerak ke arah yang lebih adaptif dan responsif. Digitalisasi melalui SISKOHAT tidak hanya berhenti pada sistem, tetapi juga diikuti dengan pendekatan pelayanan langsung yang menjangkau masyarakat," jelasnya.

Kategori :