Genjot Program Pemutihan PKB, Kolaborasi Harus Diperkuat

Selasa 14-07-2026,09:45 WIB
Reporter : Doni Aftarizal
Editor : Ependi Harian

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Dalam mewujudkan capaian target program pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), perlu dibarengi dengan memperkuat kolaborasi antar daerah dan elemen lainnya.

Ini ditegaskan Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Ir. H. Mi'an didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Hadianto saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dan evaluasi pelaksanaan program pemutihan PKB dan BBNKB, Senin 13 Juli 2026.

Menurut Mi'an, dalam rapat yang dihadiri para kepala daerah kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, terdapat beberapa poin yang dibahas terkait pelaksanaan program PKB dan pemberian diskon 50 persen untuk BBNKB. 

"Dimana dalam pembahasan, capaian pelaksanaan program tersebut hingga pertengahan bulan ini, masih belum optimal," ungkap Mi'an.

BACA JUGA:Program Terakhir, Warga Diminta Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

Mi'an menjelaskan, dari pembahasan tadi ada beberapa poin yang menjadi perhatian dalam mengoptimalkan program pemutihan PKB dan BBNKB ini. Dimana kolaborasi antar pihak, khususnya pemda di Provinsi Bengkuilu mesti diperkuat.

"Kolaborasi ini menjadi penting, guna meningkatkan realisasi penerimaan pajak daerah sebagai salah satu penopang pembangunan," tegas Mi'an.

Disamping itu, lanjut Mi'an, juga harus menjadi prioritas, mencari langkah-langkah penelusuran yang tepat dan akurat agar target pendapatan daerah dapat tercapai dan berdampak pada penguatan APBD kabupaten/kota.

"Kita selaku Pemprov Bengkulu, terus berkomitmen meningkatkan PAD guna mendukung pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Bengkulu," kata Mi'an.

BACA JUGA:Optimalisasi PAD, Pemkab Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Pemutihan Pajak

Mi'an menambahkan, kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat, tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi dalam menggali sumber-sumber pendapatan daerah.

"Sesuai arahan Bapak Gubernur, kita harus mulai mengubah pola pikir. Jangan hanya bergantung pada Transfer ke Daerah (TKD), tetapi harus mampu menggali potensi daerah agar PAD terus meningkat," tambah Mi'an.

Sementara itu, Kepala Bapenda Provinsi Bengkulu, Hadianto mengaku optimisme terhadap pelaksanaan program pemutihan PKB dan BBNKB. Mengingat hingga pertengahan bulan ini, realisasi penerimaan dari program tersebut telah menunjukkan tren positif.

"Sebelum program pemutihan berjalan, penerimaan berada di kisaran Rp13 miliar. Setelah program dilaksanakan, realisasinya meningkat menjadi sekitar Rp16 miliar. Ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan," singkat Hadianto.

Kategori :