BENGKULU, RADARUTARA.ID - Meskipun laju inflasi di Provinsi Bengkulu hingga saat ini masih terkendali, namun pemerintah daerah (Pemda) dinilai tetap perlu berperan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan di tengah-tengah masyarakat.
Ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Ir. Win Rizal, ME, Minggu 5 Juli 2026.
Menurut Win Rizal, angka inflasi di Bengkulu dari Januari hingga Juni 2026 tercatat masih terkendali, yakni sebesar 1,77 persen (ytd).
"Dengan laju inflasi tersebut, dibutuhkan pengendalian harga komoditas yang harus terus diperkuat. Karena dalam tahun ini, kita masih memiliki waktu enam bulan lagi," ungkap Win Rizal.
Dilanjutkan Win Rizal, kalau tidak dijaga, dikhawatirkan angka inflasi di Bengkulu bisa melewati target. Sebaliknya, jika pergolakan harga komoditas dijaga, inflasi masih bisa dalam target.
"Tentu peran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga komoditas dan kebutuhan ini, sangat penting," kata Win Rizal.
Win Rizal menjelaskan, inflasi pada Juni diketahui lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Meskipun demikian, kondisi itu tetap menunjukkan adanya kenaikan harga.
"Sehingga pengendalian inflasi tidak boleh diabaikan. Capaian inflasi semester pertama 2026, belum dapat menjadi jaminan inflasi tahunan tetap rendah," jelas Win Rizal.
Karena, sambung Win Rizal, masih terdapat enam bulan yang dapat mempengaruhi perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK). Apalagi jika laju inflasi pada semester kedua, berlangsung dengan pola yang sama seperti semester pertama.
"Maka inflasi tahunan berpotensi melampaui batas atas sasaran inflasi nasional," tegas Win Rizal.
Lebih lanjut Win Rizal menyampaikan, secara year on year inflasi Bengkulu tercatat 3,98 persen, atau berada di atas sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen dengan rentang deviasi plus minus 1 persen.
"Sehingga pemda bersama seluruh pemangku kepentingan perlu terus menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas yang memberikan pengaruh besar terhadap inflasi," singkat Win Rizal.