Perluas Perlindungan Kesehatan Masyarakat, Maksimalkan PBI-JK

Senin 06-07-2026,09:15 WIB
Reporter : Doni Aftarizal
Editor : Ependi Harian

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memaksimalkan pemanfaatan kuota Penerimaan Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), untuk mengoptimalkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Demikian ditegaskan Asisnte I Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bengkulu, Drs. H. Khairil Anwar, M.Si. Menurut Khairil, langkah guna memperluas perlindungan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di seluruh wilayah Bengkulu.

"Dalam upaya memaksimalkan pemenuhan kuota PBI-JK ini, tentu kita selaku pemerintah daerah (Pemda) tidak bisa melakukannya sendiri," ungkap Khairil.

Sehingga, lanjut Khairil, dibutuhkan kolaborasi dengan BPJS Kesehatan, pemerintah kabupaten/kota, serta instansi terkait. Terutama dalam memperbarui data masyarakat miskin dan rentan yang berhak menerima bantuan.

BACA JUGA:Amankan Hak Warga Miskin, Puskesmas Minta Desa Validasi Data JKN PBI

"Kuota PBI-JK yang masih tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal, agar cakupan kepesertaan JKN di Provinsi Bengkulu terus meningkat," kata Khairil.

Menurut Khairil, pihaknya berharap dengan langkah ini tidak ada lagi masyarakat yang memenuhi syarat, tetapi belum mendapatkan jaminan kesehatan. 

"Jadi, dengan kolaborasi seluruh pihak, kuota yang masih tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Sehingga semakin banyak masyarakat Bengkulu yang terlindungi melalui Program JKN,” tegas Khairil.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Bengkulu, Swifanedi Yusda mengatakan, pemda masih terus melakukan pemutakhiran data calon, terutama para penerima PBI-JK.

BACA JUGA:Ramai Peserta PBI Dinonaktifkan, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan

"Masih terdapat sejumlah kabupaten/kota yang belum memperbarui data masyarakat. Sehingga kita berharap dapat segera melakukan update," pinta Swifanedi.

Swifanedi menambahkan, proses pendataan terus dilakukan di seluruh kabupaten/kota, supaya masyarakat yang memenuhi kriteria dapat segera diusulkan sebagai peserta PBI-JK.

"Tentu kita bakal terus mengawal pemuktahiran data ini, sehingga nantinya data yang ada benar-benar tervalidasi," sampai Swifanedi.

Dibagian lain, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, Syafrudin Imam Negara menjelaskan, kepesertaan PBI-JK harus terus dioptimalkan.

"Masih terdapat masyarakat yang layak menerima bantuan namun belum masuk dalam kepesertaan PBI-JK, sehingga perlu segera diidentifikasi," demikian Syafrudin. 

Kategori :