25 Warga Mukomuko Kerja ke Luar Negeri, Desa Imigran Emas Siap Diluncurkan

Senin 06-07-2026,10:15 WIB
Reporter : Wahyudi
Editor : Ependi Harian

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Angin segar kembali berhembus dari sektor ketenagakerjaan Kabupaten Mukomuko. Sebanyak 25 warga daerah ini tercatat resmi bekerja di luar negeri, menembus berbagai negara tujuan seperti Malaysia, Singapura, Tiongkok, Jepang, Kuwait, Taiwan, Korea Selatan hingga Brunei Darussalam. Mereka bukan sekadar perantau biasa, melainkan pekerja migran resmi yang terdata dan terlindungi dalam sistem ketenagakerjaan nasional.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi desa-desa asal para pekerja tersebut. Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) bahkan tengah menyiapkan langkah strategis dengan meluncurkan program unggulan bertajuk “Desa Imigran Emas.”

Kepala Disnakertrans Mukomuko, Nurdiana, SE, MAP, mengungkapkan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk apresiasi sekaligus stimulus bagi desa yang warganya aktif bekerja di luar negeri secara legal.

“Warga kita yang bekerja di luar negeri ini bukan hanya meningkatkan taraf hidup keluarga, tetapi juga berkontribusi terhadap perekonomian daerah. Karena itu, desa asal mereka akan mendapatkan insentif atau income dari pemerintah sebagai bentuk dukungan dan motivasi,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan pekerja migran yang terdaftar secara resmi menjadi indikator penting keberhasilan pembinaan tenaga kerja daerah. Selain menjamin perlindungan hukum, status legal juga memastikan kontribusi ekonomi yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Program “Desa Imigran Emas” sendiri diharapkan mampu mendorong desa-desa lain untuk aktif mempersiapkan warganya agar siap bersaing di pasar kerja internasional. Mulai dari peningkatan keterampilan, penguasaan bahasa, hingga pemahaman regulasi ketenagakerjaan luar negeri menjadi fokus utama pembinaan.

Lebih jauh, program ini juga membawa semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun desa. Ketika satu warga berhasil bekerja di luar negeri, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh lingkungan desa secara luas melalui dukungan program pemerintah.

“Ini bukan sekadar soal bekerja ke luar negeri, tapi bagaimana kita membangun kekuatan ekonomi desa dari kontribusi global warga kita sendiri,” ungkapnya.

Dengan langkah ini, Mukomuko sebagai daerah yang tidak hanya menjadi penonton dalam arus globalisasi tenaga kerja, tetapi juga pemain aktif yang mampu mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing internasional.

'Harapan kita, program ini akan menjadi pemantik semangat baru bagi generasi muda Mukomuko untuk berani bermimpi lebih besar, menembus batas negara, dan kembali membawa dampak positif bagi kampung halaman tercinta," pungkasnya.

Kategori :