MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Mukomuko. Pasalnya, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian memastikan bahwa hingga saat ini kondisi kesehatan hewan ternak di wilayah tersebut masih dalam keadaan aman dan terkendali dari berbagai ancaman penyakit berbahaya.
Petugas dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, terus melakukan pengawasan secara intensif guna mencegah penyebaran penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Jembrana, maupun penyakit lainnya yang berpotensi merugikan peternak.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP, melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh Diana Nurwahyuni, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan kasus signifikan yang mengkhawatirkan.
“Secara umum kondisi ternak di Mukomuko masih aman. Kalaupun ada kasus, jumlahnya sangat kecil, paling hanya satu atau dua ekor saja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap temuan kasus langsung ditangani secara cepat dan tepat oleh petugas di lapangan. Ternak yang terindikasi sakit segera mendapatkan penanganan medis, termasuk pemberian vaksin guna mencegah penyebaran lebih luas.
BACA JUGA:Vaksin PMK Gratis Siap Digulirkan, Petugas Bakal Datangi Kandang Ternak
Langkah responsif ini, menurutnya, menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas kesehatan hewan ternak di daerah. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan edukasi kepada para peternak agar lebih waspada dan segera melapor jika menemukan gejala penyakit pada hewan peliharaan mereka.
“Upaya pencegahan terus kami lakukan, termasuk vaksinasi dan pemantauan rutin ke lapangan. Kami juga mengimbau peternak untuk tidak lengah dan tetap menjaga kebersihan kandang serta kesehatan ternaknya,” tambahnya.
Dengan kondisi yang tetap kondusif ini, diharapkan sektor peternakan di Mukomuko dapat terus berkembang dan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan dan pendampingan bagi para peternak.
"Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga daerah tetap bebas dari ancaman wabah penyakit hewan yang dapat berdampak luas terhadap perekonomian daerah," pungkasnya.