RADARUTARA.ID - Pemerintah Desa Bukit Harapan, Kecamatan Pinang Raya, mulai merealisasikan penyaluran program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahun Anggaran 2026.
Penyaluran bantuan tersebut diawali dengan pembagian BLT DD untuk jatah Januari hingga Mei 2026 kepada 8 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Masing-masing KPM menerima bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan, sehingga total bantuan yang diterima selama lima bulan mencapai Rp1,5 juta per penerima.
Kepala Desa Bukit Harapan, Heru Wahyono menerangkan, di tengah kondisi kemampuan fiskal desa yang saat ini cukup terbatas.
Pemerintah desa tetap berupaya memprioritaskan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Menurut Heru, meskipun tidak banyak program pembangunan yang dapat dieksekusi akibat keterbatasan anggaran desa.
Namun program prioritas seperti BLT DD tetap menjadi perhatian utama pemerintah desa.
“Dalam kondisi fiskal desa yang terbatas saat ini, kami tetap berupaya menjalankan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.Salah satunya penyaluran BLT DD kepada KPM yang memang dinilai layak menerima berdasarkan hasil musyawarah desa,” ujar Heru.
Ia berharap bantuan yang disalurkan tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari di tengah kondisi biaya hidup yang terus meningkat.
Selain itu, Heru juga mengimbau kepada seluruh penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan yang diterima untuk kebutuhan yang bersifat produktif dan mendasar, bukan digunakan untuk kepentingan konsumtif yang tidak terlalu penting.
“Kami berharap bantuan ini digunakan sebaik mungkin untuk kebutuhan pokok rumah tangga. Penyaluran BLT DD ini nantinya akan terus dilaksanakan secara bertahap selama 12 bulan penuh,” tambahnya.
Lebih jauh, Heru mengajak seluruh masyarakat Desa Bukit Harapan untuk tetap optimis terhadap pembangunan desa meskipun saat ini dihadapkan dengan kondisi keuangan desa yang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Menurutnya, semangat gotong royong, kekompakan masyarakat serta kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan pembangunan desa.
“Kami tetap optimis pembangunan desa bisa terus berjalan. Dengan kekompakan masyarakat, semangat gotong royong dan pemanfaatan sumber daya alam maupun sumber daya manusia secara maksimal, pembangunan desa tetap bisa bergerak maju,” pungkasnya.