Musim Diare, Warga Mukomuko Diminta Waspada

Selasa 05-05-2026,10:00 WIB
Reporter : Wahyudi
Editor : Ependi Harian

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Dalam sepekan terakhir, kasus diare dilaporkan meningkat di sejumlah wilayah Kabupaten Mukomuko. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena penyakit tersebut dapat menyebar cepat jika tidak ditangani dengan baik, terutama di lingkungan dengan sanitasi yang kurang memadai.

Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM, MSi, menyebutkan bahwa meningkatnya kasus diare dipicu oleh berbagai faktor. Di antaranya kualitas air yang tidak layak konsumsi, kebersihan lingkungan yang rendah, serta kebiasaan masyarakat yang masih mengabaikan pola hidup bersih dan sehat.

Menurutnya, penggunaan air yang terkontaminasi menjadi salah satu penyebab utama. Air yang tidak dimasak dengan sempurna atau berasal dari sumber yang tercemar berpotensi membawa bakteri penyebab diare. Selain itu, makanan yang tidak higienis, penyimpanan makanan yang tidak tepat, hingga kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan juga memperbesar risiko penularan.

“Faktor lingkungan dan perilaku hidup bersih sangat berpengaruh. Jika ini tidak diperhatikan, kasus diare akan terus meningkat,” tegasnya.

Dinkes juga menyoroti kondisi drainase dan pengelolaan sampah di sejumlah wilayah yang dinilai masih belum optimal. Penumpukan sampah dan genangan air kotor dapat menjadi media berkembangnya kuman penyebab penyakit, termasuk diare.

Masyarakat diminta tidak menganggap remeh gejala diare. Jika mengalami buang air besar terus-menerus disertai lemas atau tanda dehidrasi, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih parah, terutama pada anak-anak dan lansia yang rentan.

"Sebagai langkah pencegahan, kami mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Air minum harus dimasak hingga mendidih, makanan dikonsumsi dalam kondisi bersih dan matang, serta membiasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas," ingatnya.

Selain itu, peran keluarga dinilai penting dalam menjaga kesehatan anggota rumah tangga. Kebersihan rumah, pengelolaan limbah, serta pemantauan kondisi kesehatan anak harus menjadi perhatian utama agar penyebaran diare dapat ditekan.

"Kami akan terus memantau perkembangan kasus di lapangan serta melakukan upaya pencegahan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat. Warga diharapkan proaktif menjaga kebersihan sebagai langkah utama memutus rantai penyebaran penyakit ini," pungkasnya.

Kategori :