Harga Bergerak Naik, Pemerintah Diminta Tindak PKS Bandel
Harga Bergerak Naik, Pemerintah Diminta Tindak PKS Bandel-Radar Utara / Sigit Haryanto-
RADARUTARA.ID - Kendati belum dirasakan secara signifikan, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS).
Dalam wilayah Ketrina yang meliputi Kecamatan Ketahun, Putri Hijau, Napal Putih, Ulok Kupai, Marga Sakti Sebelat dan Pinang Raya mulai menunjukkan tren kenaikan harga beli.
Hingga Rabu, 3 Juni 2026 sejumlah PKS diketahui telah melakukan penyesuaian harga beli TBS.
Meski demikian, nilai kenaikan yang terjadi masih dinilai jauh dari harapan petani yang selama beberapa pekan terakhir mengeluhkan rendahnya harga sawit di tingkat pabrik maupun ram.
BACA JUGA:Koordinasi DPD RI dan Pemerintah, Harga TBS Bakal Kembali Normal
Berdasarkan pantauan Radar Utara, harga beli TBS di PKS milik PT BAS yang berada di Kecamatan Pinang Raya mengalami kenaikan sebesar Rp250 per kilogram.
Dengan kenaikan tersebut, harga beli TBS kini berada pada angka Rp2.620 per kilogram.
Sementara itu, PKS PT KKK di Kecamatan Ketahun juga melakukan penyesuaian harga yang menjadikan harga beli TBS mencapai Rp2.460 per kilogram.
Sedangkan PKS milik PT Alno Sumindo menaikkan harga sebesar Rp50 per kilogram sehingga harga beli TBS saat ini berada pada angka Rp2.200 per kilogram.
Salah seorang petani sawit di Desa Bumi Harjo, Kecamatan Pinang Raya, Lanjar Santoso, membenarkan mulai adanya pergerakan harga TBS di tingkat PKS, ram maupun petani.
BACA JUGA:Harga TBS Masih Jauh dari Ketetapan Pemerintah, Nama Pemprov Dipertaruhkan
Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi saat ini setidaknya memberikan harapan bagi petani setelah sebelumnya harga sawit terus mengalami tekanan.
“Kami melihat memang sudah ada kenaikan harga di beberapa PKS.
Ini tentu menjadi kabar baik bagi petani, meskipun kenaikan yang terjadi hari ini masih jauh dari harapan kami,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: