Dirancang, Gudang Bulog Bakal Dibangun di Desa Arah Tiga

Selasa 05-05-2026,09:30 WIB
Reporter : Wahyudi
Editor : Ependi Harian

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Rencana pembangunan gudang Bulog di Desa Arah Tiga, Kecamatan Lubuk Pinang, mulai disiapkan. Pemerintah Kabupaten Mukomuko menargetkan proses awal, terutama pembebasan lahan, bisa segera dituntaskan agar penganggaran tidak tertunda.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma, memastikan lokasi pembangunan telah tersedia. Di wilayah tersebut sudah ada lahan seluas tiga hektare yang diproyeksikan menjadi titik pembangunan gudang logistik pangan milik pemerintah.

Namun demikian, persoalan status lahan masih menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah dalam waktu dekat akan menggelar rapat bersama pihak-pihak terkait guna membahas skema dan kebutuhan anggaran pembebasan lahan tersebut.

“Lahannya sudah ada sekitar tiga hektare di Desa Arah Tiga. Dalam waktu dekat akan kita bahas bersama instansi terkait, terutama soal anggaran pembebasan lahan,” tegas Elxsandi.

BACA JUGA:Pembangunan Gudang Bulog di Tanah Rekah Gagal

Ia menekankan, proses ini tidak bisa berlarut-larut. Sebab, pembebasan lahan menjadi syarat utama sebelum pembangunan fisik bisa diusulkan dan direalisasikan. Jika terlambat, maka peluang penganggaran bisa terlewat.

Pihaknya menargetkan seluruh kebutuhan anggaran, termasuk pembebasan lahan, sudah bisa dimasukkan dalam APBD Perubahan tahun 2026.

"Untuk itu, percepatan pembahasan menjadi langkah yang tidak bisa ditunda lagi," katanya.

Ia juga menilai, keberadaan gudang Bulog sangat strategis, khususnya untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah Mukomuko, terutama di Kecamatan Lubuk Pinang dan sekitarnya. Selain sebagai tempat penyimpanan cadangan beras pemerintah, gudang ini juga akan mendukung stabilisasi harga pangan di tingkat masyarakat.

"Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan gudang Bulog ini diharapkan menjadi salah satu infrastruktur penting dalam menjaga distribusi dan ketersediaan pangan di daerah, sekaligus meminimalisir potensi gejolak harga di lapangan," pungkasnya.

Kategori :