MUKOMUKO, RADARUTARA. ID - Pemerintah Kecamatan XIV Koto bersama Pemerintah Desa Lubuk Sanai III mengambil langkah cepat dalam mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).
Upaya itu dilakukan melalui kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan fogging yang dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026.
Kegiatan diawali dengan gotong royong massal yang melibatkan warga setempat. Camat XIV Koto, Andrianto, SAP bersama Kepala Desa Lubuk Sanai III, Kurniadi, turun langsung menggerakkan masyarakat membersihkan lingkungan permukiman.
Warga diminta menguras, menutup, dan mengubur berbagai potensi tempat berkembang biaknya nyamuk.
BACA JUGA:DBD Mengancam, Camat XIV Koto Ajak Warga Giatkan PSN
Fokus pembersihan dilakukan pada titik-titik rawan seperti selokan, pekarangan rumah, tempat penampungan air, serta barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
Langkah ini menjadi bagian utama PSN yang dinilai lebih efektif dalam memutus rantai perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.
Setelah kegiatan gotong royong selesai, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa melanjutkan dengan fogging.
Penyemprotan dilakukan secara swadaya sebagai langkah lanjutan untuk menekan populasi nyamuk dewasa yang masih berpotensi menyebarkan virus.
BACA JUGA:9 Cara Ampuh Usir Nyamuk dari Bahan Alami Ini Bisa Hindarkan dari Serangan DBD hingga Malaria
Camat XIV Koto, Andrianto, SAP menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar respons sesaat, melainkan upaya pencegahan yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Ia mendorong agar kegiatan Jumat Bersih terus digiatkan di seluruh wilayah.
“Gerakan kebersihan harus menjadi kebiasaan masyarakat. Kalau lingkungan bersih, potensi penyakit, termasuk DBD, bisa ditekan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa fogging bukan solusi utama jika tidak diiringi kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, tanpa PSN yang konsisten, nyamuk akan kembali berkembang dalam waktu singkat.
Kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat, menurut camat, menjadi kunci dalam pengendalian DBD. Tanpa keterlibatan aktif warga, upaya pencegahan tidak akan berjalan maksimal.
BACA JUGA:DBD Mengancam, Camat XIV Koto Ajak Warga Giatkan PSN