RADARUTARA.ID - Program Karya Bakti TNI Tahun Anggaran 2026 diproyeksikan segera menyentuh kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat di Dusun KM 40, Desa Tanjung Kemenyan, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara.
Program kolaborasi antara TNI Angkatan Darat bersama Pemerintah Daerah Bengkulu Utara ini akan difokuskan pada penanganan kerusakan jalan tanah yang selama ini menjadi akses utama masyarakat di kawasan permukiman tersebut.
Kepastian rencana itu dibenarkan Dandim 0423 Bengkulu Utara, Letkol Czi Muhamad Jumali, ST., M.MT., melalui Danramil 423-01 Ketahun, Kapten Inf Yudi Triawan.
Menurut Danramil, saat ini proses finalisasi teknis di lapangan sudah mulai dilakukan sebagai bagian dari tahapan persiapan sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Ia menjelaskan, jajaran TNI bersama pemerintah daerah saat ini tengah memastikan titik-titik prioritas yang akan dikerjakan, termasuk menyesuaikan kondisi medan serta kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
BACA JUGA:Permukiman Warga KM 40 Terjepit Kawasan Hutan, Kecamatan Kebut Pemetaan
Tahapan ini dinilai penting agar pelaksanaan karya bakti nantinya benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat jangka panjang.
“Finalisasi di lapangan sudah mulai kami lakukan. Targetnya dalam waktu yang tidak terlalu lama pekerjaan fisik bisa segera berjalan,” ujar Kapten Inf Yudi Triawan.
Dalam rencana pelaksanaannya, program Karya Bakti TNI AD TA 2026 tersebut akan memusatkan kegiatan pada pengerasan badan jalan sepanjang jalur permukiman masyarakat di Dusun KM 40.
Selain itu, juga direncanakan pembangunan sekitar dua titik plat deker untuk memperkuat akses di sejumlah titik yang selama ini rawan rusak, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan.
Menurut Danramil, ruas jalan yang dipilih merupakan akses vital yang setiap hari digunakan masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas penting.
Tidak hanya sebagai jalur penghubung antarpermukiman, jalan tersebut juga menjadi akses utama warga menuju area perkebunan, lahan pertanian, distribusi hasil panen, hingga jalur transportasi anak sekolah.
BACA JUGA:Permukiman Warga KM 40 Terjepit Kawasan Hutan, Kecamatan Kebut Pemetaan
Kondisi jalan yang saat ini masih berupa tanah dinilai cukup menyulitkan masyarakat, terutama ketika musim hujan tiba.
Jalan kerap berubah menjadi licin dan berlumpur, sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas.