RADARUTARA.ID - Lagi, Insiden mobil terperosok kembali terjadi di jembatan belly yang menghubungkan Desa Tanjung Harapan (SP3) dengan Desa Tanjung Sari (SP6), Kecamatan Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara, Rabu 15 April 2026.
Peristiwa yang kesekiankalinya ini kembali menyoroti kondisi jembatan yang dinilai sudah tidak lagi layak menahan beban kendaraan berat yang melintas setiap hari.
Dalam kejadian tersebut, sebuah truk pengangkut tandan buah segar sawit terperosok di bagian tengah jembatan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun, posisi truk yang tersangkut di atas jembatan sempat menyebabkan antrean panjang kendaraan dari dua arah hingga paruh hari, mengingat akses tersebut merupakan jalur utama penghubung antar desa bahkan antar kecamatan di wilayah Ulok Kupai.
Jembatan belly dengan lantai papan kayu itu selama ini menjadi nadi transportasi masyarakat dan angkutan hasil perkebunan.
Namun insiden terperosoknya truk sawit di tengah jembatan menjadi bukti bahwa kondisi infrastruktur tersebut sudah sangat memprihatinkan dan tidak sebanding dengan beban lalu lintas yang harus dipikul setiap hari.
Kondisi ini pun semakin memperkuat desakan masyarakat desa di sekitar wilayah jembatan agar pemerintah segera mengupayakan peningkatan permanen terhadap akses penghubung tersebut.
Kepala Desa Tanjung Harapan, Ari Sanjaya, menerangkan bahwa selama ini perawatan jembatan belly hanya mengandalkan bantuan perusahaan setempat, yakni PT Alno.
Khususnya untuk penggantian dan perbaikan papan lantai jembatan yang kerap rusak.
“Insiden kendaraan terperosok di jembatan ini bukan kali pertama, tetapi sudah cukup sering terjadi. Kejadian hari ini menjadi alasan kuat bahwa jembatan ini sudah terlalu dipaksakan untuk menahan beban berat dari mobilitas angkutan hasil perkebunan maupun logistik,” ujar Ari Sanjaya.
Menurutnya, usia jembatan yang sudah tua ditambah tingginya intensitas kendaraan berat dari dalam maupun luar Kecamatan Ulok Kupai membuat risiko kerusakan semakin besar.
Karena itu, pihak desa berharap persoalan ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Ari menegaskan, akses penghubung Desa Tanjung Harapan dengan Desa Bukit Sari memiliki peran vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Jika tidak segera ditingkatkan, dikhawatirkan insiden serupa akan terus berulang dan berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar.
“Harapan kami jembatan ini bisa menjadi konsen pemprov dalam program peningkatan infrastruktur.Selain usia yang sudah tua, beban lalu lintas setiap hari juga sangat padat karena menjadi jalur utama angkutan sawit, logistik, dan mobilitas warga,” tambahnya.