Hanya saja, Anda mungkin perlu mengurangi tingkat intensitas olahraga.
Pasalnya, tubuh secara alami menjadi kurang aktif karena energi yang didapat dari makanan berkurang saat puasa.
Itu sebabnya, disarankan untuk menghindari olahraga intensitas tinggi selama bulan Ramadan.
Alih-alih mengangkat beban, Anda bisa mencoba yoga saat puasa yang bisa membantu mengelola stres dan membakar kalori.
Sementara itu, tubuh akan mencari sumber energi lain, yaitu cadangan lemak yang dapat dibakar lebih banyak ketika berolahraga selama puasa.
5. Minum banyak air
Menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan kunci utama memiliki berat badan ideal selama puasa. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan karena Anda tidak dapat seenaknya minum selama puasa.
Minum banyak air memang penting, tetapi usahakan untuk tidak minum terlalu banyak pada satu waktu. Mencoba minum beberapa liter air sekaligus dapat mengencerkan elektrolit yang bisa memicu keracunan air.
6. Menghindari gorengan
Setelah menahan lapar seharian, Anda mungkin tergoda untuk langsung menyantap makanan berlemak, seperti gorengan, saat berbuka puasa.
Hati-hati, mengonsumsi makanan serba digoreng yang mengandung lemak jenuh di bulan puasa justru bisa menambah berat badan Anda.
Dibandingkan gorengan, usahakan mengonsumsi makanan yang kaya lemak tak jenuh, dikarenakan lemak tak jenuh tidak dapat meningkatkan kadar kolesterol.
Konsumsi lebih banyak lemak baik setidaknya dapat membantu menurunkan berat badan saat puasa meski tidak instan.
7. Menjaga porsi makan
Meskipun tidak makan, ngemil, atau minum seharian, Anda tetap harus menjaga porsi makan yang cukup, baik saat sahur maupun buka puasa. Makan dengan porsi berlebihan bisa meningkatkan kadar gula secara tiba-tiba.
Hal ini tentu tidak baik mengingat tubuh tidak menghasilkan banyak insulin saat puasa.