Terkait Benda Asing Viral di Langit Bengkulu, Ini Kata Dandim Bengkulu Utara

Terkait Benda Asing Viral di Langit Bengkulu, Ini Kata Dandim Bengkulu Utara

Dandim 0423/BU, Letkol Czi Muhamad Jumali, S.T., M.MT berikan penjelasan terkait benda asing di Bengkulu Utara--

ARGAMAKMUR,RADARUTARA.ID - Viral di media sosial Sabtu, (4/4/2026) malam pada pukul 20.00 WIB, terkait penampakan benda asing yang melintas di langit wilayah Bengkulu Utara. 

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0423/Bengkulu Utara, Letkol Czi Muhamad Jumali, S.T., M.MT saat dikonfirmasi kepada awak media menjelaskan bahwa benda yang ramai diperbincangkan tersebut kemungkinan besar merupakan fenomena alam.

"Infonya asteroid itu," ujar Dandim singkat.

Lebih lanjut, ia juga menanggapi isu lain yang berkembang di masyarakat yang mengaitkan benda asing tersebut dengan rudal yang melintasi wilayah Indonesia. 

BACA JUGA:Jembatan Gantung Penghubung Dua Dusun di Kualalangi Segera Direkonstruksi, TNI Turun Tangan

Menurutnya, informasi mengenai rudal yang melintas di atas Indonesia, ini dinilai tidak berdasar.

"Mengenai rudal melintasi Indonesia, bahkan terlihat di Bengkulu Utara pada malam ini, merupakan isu hoaks atau salah informasi yang tersebar di media sosial," tegasnya.

Dandim memberikan penjelasan teknis berdasarkan jangkauan geografis. 

Ia menegaskan bahwa kemungkinan rudal Iran, yang sempat disebut-sebut dalam beberapa unggahan, melintas di atas wilayah udara Indonesia sangatlah kecil, bahkan hampir tidak mungkin.

"Jangkauan rudal balistik Iran saat ini, umumnya menyasar wilayah Timur Tengah dan sebagian Eropa. 

BACA JUGA:Polres Tambah 1 Tersangka Baru Kasus Kematian di Sebayur, Ancaman Hukuman 15 Tahun

Fokus ancaman rudal Iran adalah pada area dengan jarak kurang dari 2.000 km, sementara Indonesia berjarak lebih dari 7.000 km. Oleh karena itu, secara militer dan teknis, rudal Iran tidak menargetkan atau melewati langit Indonesia," jelas Letkol Czi Muhamad Jumali.

Dengan adanya klarifikasi ini, Dandim mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. 

“Jangan mudah terprovokasi, saya diminta untuk selalu mengecek kebenaran berita melalui sumber-sumber resmi,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: