2. Menjaga kesehatan usus besar
Menahan kentut karena malu menjadi kebiasaan yang sebaiknya dihentikan.
Gas yang tidak dikeluarkan dapat menekan dinding usus besar serta menyebabkan nyeri perut, bahkan sembelit.
Menahan gas terlalu sering akan mengganggu pergerakan usus dan meningkatkan risiko divertikulosis, kondisi munculnya kantung kecil pada dinding usus yang dapat meradang di kemudian hari.
Dengan membiarkan gas keluar secara alami, kamu membantu menjaga motilitas usus tetap lancar dan mencegah iritasi pada saluran pencernaan.
Jadi, jika kamu sedang di ruangan tertutup, lebih baik cari alasan untuk keluar sebentar daripada menahan kentut terlalu lama.
3. Bisa jadi petunjuk kondisi pencernaan
Kentut juga dapat menjadi "kode rahasia" dari tubuh mengenai kondisi sistem pencernaan.
Contohnya, gas berlebihan dengan bau yang sangat menyengat bisa menjadi tanda kamu mengonsumsi terlalu banyak protein, gula, ataupun lemak jenuh.
Tapi, jika kentut terasa menyakitkan atau disertai kembung parah, bisa jadi ada intoleransi makanan tertentu.
Maka dari itu, perhatikan jenis makanan yang dikonsumsi.
Terkadang, tubuh hanya butuh waktu beradaptasi dengan makanan baru, seperti kacang atau brokoli sebelum produksi gas menjadi lebih stabil.
Kalau gejala tidak kunjung mereda, hendaknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi supaya bisa mengetahui penyebab pastinya.
Walaupun sering dianggap tidak sopan, kentut sebenarnya menjadi tanda tubuh bekerja sebagaimana mestinya.
Rata-rata orang bisa kentut sebanyak 14-23 kali sehari, dan itu benar-benar normal.
Jadi, jangan buru-buru malu jika kamu kentut.