Selain itu, bershalawat juga merupakan bukti cinta kepada Rasulullah SAW. Saat bersholawat, kamu bisa mendapatkan rahmat, pengampunan, dan pahala yang berlipat ganda. Amalan saat haid ini juga memperbesar kemungkinan agar doa dikabulkan.
BACA JUGA:Link Dana Kaget Rp.200 Ribu Khusus Buat Yang Lagi Galau, Buka Aplikasi Ini Segera!
BACA JUGA:Viral Aksi Gendam yang Dilakukan Oknum Kades Aktif di Pasuruan Terekam Kamera CCTV
3. Mendengarkan Tausiyah dan Menuntut Ilmu
Perempuan haid diperbolehkan mendatangi kajian-kajian keagamaan, baik untuk mendengarkan tausiyah, menambah keimanan, serta menuntut ilmu.
Seluruhnya akan menjadi amalan ketika haid yang selain mendatangkan pahala, juga menambah keilmuan bagi perempuan meski sedang haid.
Imam Muslim mencatat hadis tentang keutamaan orang yang sedang mencari ilmu, yakni:
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah SWT menunjukkan jalan menuju surga baginya,” (HR. Muslim).
Selain mendengarkan tausiyah secara langsung ke majlis ilmu, mendengarkan tausiyah sebagai amalan ketika haid juga bisa dilakukan dengan mendengarkannya di radio, menontonnya di televisi, atau streaming di halaman internet tentang keilmuan yang luas, tanpa harus terpatok pada ilmu keagamaan.
4. Mendengarkan Alquran
Amalan ketika haid yang penuh pahala selanjutnya adalah mendengarkan lantunan Alquran.
Meski tidak diperbolehkan membaca Alquran, perempuan yang haid tetap dianjurkan untuk mendengarnya.
Dengan tetap mendengar lantunan ayat suci, hati akan merasa selalu dekat dengan Allah.
Terkait dengan ini, ada sebuah hadis dari Aisyah RA yang dia berkata, “Rasulullah SAW meletakkan kepalanya di pangkuanku saat aku sedang haid, dan dia membaca Alquran," (HR. Ibnu Majah).
Meski masih ada perdebatan antara boleh atau tidaknya memegang atau mendengarkan Alquran, ada baiknya untuk tidak meninggalkan seluruhnya.