Harga Ayam dan Cabai Mulai Stabil, Tekanan Inflasi Mukomuko Mereda

Harga Ayam dan Cabai Mulai Stabil, Tekanan Inflasi Mukomuko Mereda

Kepala Disperindag Mukomuko, Safriadi, SH-Radar Utara/ Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Daging ayam dan cabai menjadi dua komoditas yang sempat menjadi biang kerok tekanan inflasi di Kabupaten MUKOMUKO. Fluktuasi harga kedua bahan pangan tersebut turut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena langsung berdampak terhadap daya beli masyarakat.

Untuk menekan laju inflasi, pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan berbagai upaya, termasuk memantau perkembangan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran.

Kabar baiknya, berdasarkan pantauan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Mukomuko di pasar Koto Jaya pada Minggu (1/11), harga daging ayam dan cabai mulai menunjukkan kondisi yang lebih stabil.

Kepala Disperindag Mukomuko, Safriadi, SH mengatakan, harga daging ayam yang sebelumnya berada di atas Rp50 ribu per kilogram kini sudah turun di bawah angka tersebut. Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas cabai yang sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp100 ribu per kilogram.

BACA JUGA:Kondisi Ekonomi Global Berpotensi Picu Inflasi Naik

"Untuk harga ayam dan cabai sekarang sudah cukup stabil. Ayam yang biasanya di atas Rp50 ribu, sekarang sudah di bawah itu. Cabai juga demikian, yang sebelumnya bisa mencapai Rp100 ribu, sekarang sudah di bawah," kata Safriadi.

Menurutnya, stabilnya harga kedua komoditas tersebut menjadi perkembangan positif dalam upaya pemerintah daerah menjaga kestabilan harga pangan sekaligus menekan tekanan inflasi di daerah.

Meski demikian, pemantauan harga tetap dilakukan untuk mengantisipasi kembali terjadinya lonjakan, terutama terhadap komoditas pangan yang sangat dipengaruhi pasokan dan permintaan.

"Kami akan terus melakukan pengawasan terhadap pergerakan harga di pasar. Langkah ini penting agar gejolak harga tidak kembali membebani masyarakat dan mengganggu kestabilan ekonomi daerah," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: