180 Hektare Sawit Tidak Produktif Diusulkan Program Replanting

180 Hektare Sawit Tidak Produktif Diusulkan Program Replanting

Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko terus mendorong percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) bagi masyarakat yang memiliki tanaman sawit tidak lagi produktif. Tahun ini, sedikitnya 180 hektare lahan sawit masyarakat telah diusulkan untuk mendapatkan program PSR dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP, didampingi Kabid Perkebunan, Ade Elyan Prasatya, mengatakan usulan 180 hektare tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Bengkulu. Saat ini, pihaknya masih menunggu realisasi program tersebut.

“Untuk yang 180 hektare sudah kita usulkan ke Dirjen melalui provinsi. Sekarang tinggal menunggu realisasinya,” kata Hari.

Selain usulan tersebut, Dinas Pertanian Mukomuko juga masih melakukan proses verifikasi dan validasi terhadap sekitar 300 hektare lahan sawit masyarakat lainnya. Verifikasi dilakukan untuk memastikan lahan dan calon penerima memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam program PSR.

Jika seluruh lahan sekitar 300 hektare tersebut dinyatakan memenuhi syarat dan dapat diajukan, maka total lahan sawit masyarakat yang berpeluang mendapatkan program peremajaan dapat mencapai sekitar 480 hektare.

“Yang sekitar 300 hektare masih dalam proses verifikasi dan validasi di dinas. Kalau memenuhi syarat, nanti kita ajukan,” jelasnya.

Hari menerangkan, dukungan anggaran program PSR masih berada di kisaran Rp60 juta per hektare. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban petani dalam melakukan peremajaan tanaman sawit yang sudah tua maupun tidak produktif.

Sementara untuk pelaksanaan program, Dinas Pertanian memperkirakan kegiatan replanting tersebut dapat direalisasikan pada 2027 mendatang, setelah seluruh tahapan administrasi, verifikasi, dan pengajuan selesai. Dirinya berharap program PSR dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

"Peremajaan tanaman sawit ini penting untuk meningkatkan kembali produktivitas kebun rakyat sekaligus mendongkrak pendapatan petani dalam jangka panjang," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: