Ketebalan & Daya Rekat, Kualitas Hotmix Jalan Air Tenang–SP3 Disorot
Ketebalan & Daya Rekat, Kualitas Hotmix Jalan Air Tenang–SP3 Disorot-Radar Utara/ Sigit Haryanto-
RADARUTARA.ID - Progres pekerjaan proyek rekonstruksi jalan penghubung Desa Air Tenang, Kecamatan Napal Putih, menuju Desa Tanjung Harapan (SP3), Kecamatan Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara, menuai sorotan masyarakat setempat.
Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Bengkulu Utara Tahun Anggaran (TA) 2026 dengan nilai anggaran yang tercantum sebesar Rp1.996.900.000 tersebut dikerjakan oleh CV HPS Karya.
Sorotan masyarakat muncul menyusul kondisi hasil pengaspalan hotmix di lapangan yang dinilai belum sesuai dengan harapan.
Sejumlah warga mempertanyakan kualitas lapisan aspal, terutama terkait daya rekat dan ketebalannya.
Berdasarkan pengamatan masyarakat setempat, lapisan aspal pada beberapa bagian ruas jalan tersebut dinilai mudah terkelupas atau mengalami gompal.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Kepada Radar Utara, salah seorang warga Kecamatan Napal Putih, Iim, mengungkapkan bahwa dirinya mempertanyakan daya rekat aspal yang telah terpasang di ruas jalan tersebut.
Menurutnya, lapisan aspal terlihat kurang merekat dengan baik sehingga dikhawatirkan mudah mengalami kerusakan.
Selain persoalan daya rekat, Iim juga menyoroti ketebalan lapisan hotmix yang dinilainya masih terlalu tipis.
Ia berharap kondisi tersebut menjadi perhatian serius pihak terkait, terutama instansi teknis yang memiliki kewenangan dalam mengawasi pelaksanaan pekerjaan infrastruktur jalan.
“Yang kami pertanyakan itu daya rekat aspalnya. Kalau dilihat di lapangan, ada bagian yang terkesan kurang merekat dan mudah gompal atau terkelupas.
Ketebalannya juga menjadi perhatian kami. Kami berharap ini bisa dievaluasi agar kualitasnya benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” ungkap Iim.
Ia menegaskan, evaluasi terhadap kualitas pekerjaan perlu dilakukan agar pembangunan jalan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Menurutnya, jangan sampai jalan yang baru dibangun justru mengalami kerusakan dalam waktu singkat akibat kualitas pekerjaan yang tidak optimal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
