Gelombang Laut Capai 2,7 Meter, Nelayan Mukomuko Diminta Waspada
Nelayan diminta waspada lantaran gelombang laut di perairan Mukomuko cukup tinggi-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko mengingatkan seluruh masyarakat nelayan agar meningkatkan kewaspadaan saat menjalankan aktivitas melaut. Pasalnya, berdasarkan data prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima Dinas Perikanan Mukomuko, kondisi gelombang laut saat ini masih cukup tinggi, bahkan mencapai 2,7 meter.
Kondisi tersebut dinilai cukup berisiko bagi keselamatan nelayan, khususnya nelayan yang menggunakan perahu atau kapal berukuran kecil. Tingginya gelombang dapat menyebabkan kapal sulit dikendalikan dan meningkatkan risiko kecelakaan di tengah laut.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Mukomuko, Warsiman, mengimbau nelayan agar tidak mengabaikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum memutuskan untuk melaut.
"Kita mengimbau seluruh nelayan agar selalu waspada dan berhati-hati ketika menjalankan aktivitas mencari ikan di laut. Saat ini ketinggian gelombang masih cukup tinggi, mencapai 2,7 meter," ujarnya.
BACA JUGA:Gelombang Tinggi Masih Mengintai, Nelayan Mukomuko Diminta Tak Paksakan Melaut
Menurutnya, keselamatan harus menjadi perhatian utama nelayan. Apabila kondisi laut dinilai membahayakan, nelayan diminta mempertimbangkan kembali rencana untuk melaut dan tidak memaksakan diri hanya demi mendapatkan hasil tangkapan.
Namun, bagi nelayan yang tetap menjalankan aktivitas melaut, Dinas Perikanan mengingatkan agar seluruh perlengkapan keselamatan dipastikan tersedia dan dalam kondisi siap digunakan.
"Kalau memang tetap melaut, peralatan pengaman harus dibawa. Minimal baju pelampung dan perlengkapan keselamatan lainnya. Ini sangat penting sebagai upaya pertolongan apabila terjadi sesuatu di tengah laut," tegasnya.
Warsiman menjelaskan, peralatan keselamatan bukan sekadar perlengkapan tambahan, melainkan dapat menjadi penolong ketika nelayan menghadapi kondisi darurat. Terlebih ketika kapal mengalami kerusakan, terbalik atau nelayan terjatuh ke laut akibat hantaman gelombang.
Dirinya juga meminta nelayan untuk memperhatikan informasi cuaca dan kondisi gelombang sebelum berangkat. Nelayan diharapkan tidak hanya mengandalkan pengalaman di laut, tetapi juga mempertimbangkan informasi resmi mengenai perkembangan cuaca dan gelombang.
BACA JUGA:Gelombang Tinggi Masih Mengintai, Nelayan Mukomuko Diminta Tak Paksakan Melaut
"Kita tidak menginginkan ada kejadian yang merugikan nelayan. Karena itu, kewaspadaan dan keselamatan harus diutamakan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
