Gelombang Tinggi Masih Mengintai, Nelayan Mukomuko Diminta Tak Paksakan Melaut

Gelombang Tinggi Masih Mengintai, Nelayan Mukomuko Diminta Tak Paksakan Melaut

Nelayan Mukomuko diminta selalu waspada karena gelombang laut hingga sekarang masih tinggi-Radar Utara/ Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Kondisi gelombang laut di perairan Kabupaten Mukomuko hingga saat ini masih cukup tinggi. Ketinggian gelombang dilaporkan mencapai lebih dari dua meter, sehingga aktivitas nelayan untuk melaut masih menghadapi risiko, terutama ketika kondisi cuaca berubah secara tiba-tiba.

Kondisi tersebut membuat sebagian nelayan harus ekstra berhati-hati dan memilih waktu yang tepat untuk melaut. Bahkan, tidak sedikit nelayan yang terpaksa membatalkan aktivitas melaut karena kondisi gelombang dan cuaca dinilai tidak memungkinkan.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Warsiman, mengatakan nelayan diminta tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca dan gelombang sedang tidak bersahabat.

Menurutnya, keselamatan nelayan harus menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan untuk berangkat melaut. Nelayan diharapkan terlebih dahulu memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi laut agar tidak mengambil risiko yang dapat membahayakan keselamatan.

“Kalau kondisi cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya jangan dipaksakan untuk melaut. Keselamatan harus menjadi yang utama,” ujar Warsiman.

BACA JUGA:19 KUB Nelayan Mukomuko Bakal Terima Bantuan Alat Tangkap

Ia mengatakan, kondisi gelombang tinggi membuat nelayan harus pandai membaca situasi. Saat cuaca memungkinkan, nelayan dapat memanfaatkan kesempatan untuk melaut, namun tetap dengan kewaspadaan tinggi.

Di sisi lain, saat ini nelayan Mukomuko mulai memasuki musim ikan layur. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi nelayan untuk mendapatkan hasil tangkapan yang cukup menjanjikan. Namun, peluang tersebut tetap harus diimbangi dengan kewaspadaan terhadap kondisi laut.

Dirinya pun terus mengingatkan nelayan agar tidak hanya berorientasi pada hasil tangkapan, tetapi juga mempertimbangkan faktor keselamatan. Sebab, kondisi laut yang cepat berubah dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi nelayan yang tetap memaksakan diri beraktivitas di tengah gelombang tinggi.

“Memang sekarang sudah mulai musim ikan layur. Tetapi nelayan tetap harus melihat kondisi cuaca. Kalau laut sedang tidak memungkinkan, lebih baik menunggu sampai kondisi aman,” tegas Warsiman.

Pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan berharap para nelayan dapat lebih mengutamakan keselamatan diri, terutama selama kondisi gelombang masih tinggi.

BACA JUGA:Pra Kontrak, Kampung Nelayan Merah Putih Ipuh Disiapkan Rp 3 Miliar

"Nelayan juga diminta memastikan perlengkapan keselamatan dan kondisi perahu sebelum berangkat, serta tidak mengabaikan informasi mengenai perkembangan cuaca dan gelombang laut," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: