8 Bulan Terakhir, Pembiayaan 143 Dapur SPPG Capai Rp667,43 M
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana-RRI-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - Dalam kurung waktu delapan bulan terakhir, pembiayaan yang telah dikucurkan untuk 143 dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Provinsi Bengkulu mencapai Rp667,43 miliar.
Kucuran pembiayaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut, guna mendukung pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana mengatakan, hingga Agustus 2026 realisasi anggaran program MBG di Provinsi Bengkulu mencapai Rp667,43 miliar.
"Realisasi itu menujukkan peningkatan progresif sebesar 5,41 persen, dibandingkan periode sebelumnya," ungkap Irfan.
BACA JUGA:Lewat Tengah Hari, Sekolah Tolak Distribusi MBG dari SPPG Air Tenang, Ini Alasannya
Menurut Irfran, pembiayaan yang telah dikucurkan tersebut, menyasar 143 SPPG yang telah beroperasi dan tersebar di 10 kabupaten/ktoa di Provinsi Bengkulu.
"Sejauh ini dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyasar sebanyak 373.879 penerima manfaat, yang terdiri dari para siswa dan juga ibu hamil," kata Ifran.
Disisi lain, Irgan mengklaim, program MBG ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pemenuhan kebutuhan gizi semata, tetap jugamemberikan efek dari sisi ekonomi terhadap masyarakat di daerah.
"Selain itu implementasi program MBG juga tlah menciptakan lapangan kerja baru melalui penyerapan sebanyak 7.360 petugas dapur, dan distribusi yang terlibat dalam operasional program," ujar Ifran.
Termasuk, sambung Irfan, dari sisi kebutuhan bahan baku makanan, juga melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal. Sebanyak 1.094 pemasok tercatat memasok bahan baku untuk kebutuhan program.
BACA JUGA:Mitigasi Risiko Kecelakaan Kerja, SPPG Marga Sakti Sebelat Latih 50 Relawan
"Dengan mayoritas berasal dari kalangan petani, peternak dan pelaku UMKM di Bengkulu," sampai Irfan.
Ifran mendororang agar seluruh SPPG dapat meningkatkan kesiapan administrasi dan digitalisasi, seiring dengan diluncurkannya Portal Radar MBG secara nasional pada 20 Agustus 2026.
"Portal ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan transparansi pelaksanaan program MBG, termasuk terkait standar keamanan pangan, menu harian hingga dokumentasi proses produksi," jelas Ifran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
