TAPD Bahas Jalan TPS Ketahun, Pemkab Dorong Lahan Eks HGU Dimanfaatkan
TAPD Bahas Jalan TPS Ketahun, Pemkab Dorong Lahan Eks HGU Dimanfaatkan-Radar Utara / Sigit Haryanto-
RADARUTARA.ID - Persoalan berulang terkait pengelolaan sampah di wilayah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Pasar Ketahun, tepatnya di area PT Pamor Ganda, mulai mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara bersama DPRD Bengkulu Utara.
Berbagai kendala yang selama ini membuat pengelolaan sampah di kawasan tersebut belum berjalan optimal.
Mulai dari persoalan akses hingga keterbatasan fasilitas penunjang, kini mulai didorong untuk mendapatkan penanganan secara bertahap.
Anggota Komisi III sekaligus bagian anggaran (Bangar) DPRD Bengkulu Utara, Ir. Rizal Sitorus, mengatakan sejumlah persoalan yang selama ini menjadi kendala dalam pengelolaan sampah di TPA Ketahun telah didorong kepada pihak eksekutif untuk mendapatkan solusi.
BACA JUGA:Persoalan Sampah TPA Ketahun Bakal Berulang, Anggota Dewan Minta Pemkab Bantu Fasilitas
Menurut Rizal, langkah konkret untuk mendorong optimalisasi pengelolaan sampah tersebut juga telah dibahas melalui forum Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bengkulu Utara.
“Beberapa persoalan yang menjadi kendala selama ini sudah kita dorong ke eksekutif.
Bahkan langkah penanganannya sudah masuk dalam pembahasan bersama TAPD,” ujar Rizal.
Ia menjelaskan, salah satu langkah awal yang direncanakan pemerintah daerah adalah mengupayakan pembangunan akses jalan menuju lokasi pengelolaan sampah.
Namun, pembangunan akses tersebut nantinya diarahkan menuju lokasi Tempat Pengolahan Sampah (TPS) baru yang sebelumnya telah disiapkan pemerintah daerah di atas lahan sekitar 6 hektare.
BACA JUGA:Tumpukan Sampah Mulai Dibersihkan, Petugas Keluhkan Minimnya Fasilitas
Lahan tersebut merupakan hibah eks-HGU PT Pamor Ganda yang memang diperuntukkan sebagai kawasan pengelolaan sampah.
Menurut Rizal, keberadaan lahan tersebut sebenarnya menjadi peluang untuk membenahi persoalan sampah di Kecamatan Ketahun.
Hanya saja, hingga saat ini, pemanfaatannya belum maksimal karena persoalan akses jalan menjadi salah satu kendala utama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: