Suhu Panas Capai 30 Derajat, BPBD Minta Warga Waspada dan Jaga Kesehatan
Kepala BPBD Mukomuko, Ruri Irwandi, ST, MT-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Cuaca di Kabupaten Mukomuko pada Senin, 10 Agustus 2026 terpantau berawan dengan suhu udara mencapai 30 derajat Celcius. Data tersebut berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kondisi ini dinilai berpotensi memicu gangguan kesehatan jika masyarakat tidak menjaga diri saat beraktivitas di luar ruangan.
Kepala BPBD Mukomuko, Ruri Irwandi, ST, MT, menegaskan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas, terutama pada siang hari. Paparan panas berlebih dapat memicu dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan kesehatan lainnya, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.
"Aktivitas di luar ruangan tetap bisa dilakukan, namun harus disertai dengan perlindungan yang memadai. Masyarakat diminta membawa perlengkapan pelindung seperti topi, payung, serta menggunakan pakaian yang mampu mengurangi paparan panas langsung," pesannya.
Selain itu, masyarakat juga diminta mengkonsumsi air putih secara cukup untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil. Menurutnya, kondisi cuaca seperti ini tidak bisa dianggap sepele. Meski tidak ekstrem, suhu yang mencapai 30 derajat Celcius tetap berisiko jika terjadi dalam durasi lama tanpa perlindungan. Oleh karena itu, pola aktivitas harian juga perlu disesuaikan agar tidak terlalu lama berada di bawah terik matahari.
BACA JUGA:Kemarau Picu Lonjakan Risiko Penyakit, Warga Mukomuko Diminta Waspada
"Kami juga mengingatkan agar masyarakat tetap memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi. Perubahan kondisi cuaca dapat terjadi sewaktu-waktu dan berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, terutama bagi pekerja lapangan, petani, serta pelaku usaha yang banyak beraktivitas di luar ruangan," jelasnya.
Ruri menambahkan, kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan menjadi kunci utama untuk menghindari dampak buruk cuaca panas. Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan tanda-tanda kelelahan tubuh akibat panas, seperti pusing, lemas, atau haus berlebihan.
"Dengan kondisi cuaca yang cenderung panas dan berawan, masyarakat diharapkan lebih disiplin dalam menjaga kesehatan diri. Upaya sederhana seperti membawa pelindung diri dan menjaga asupan cairan untuk mencegah gangguan kesehatan selama beraktivitas di tengah cuaca panas," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: