Kejar Target CPCL, Dinas TPHP Perkuat Pendampingan

Kejar Target CPCL, Dinas TPHP Perkuat Pendampingan

Areal persawahan-Radar Utara / Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memastikan untuk terus memperkuat pendampingan, terutama terhadap para petani.

Langkah ini guna mengejar target Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang diusulan, sebagaimana ketetapan pemerintah pusat yang hingga saat ini belum tercapai.

Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Ir. H. Mi'an menilai, dalam mengejar target CPCL yang dimaksud, tidak hanya pendampingan terhadap petani yang diperkuat.

"Tetapi koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan pihak terkait lainnya, juga penting untuk kita perkuat. Apalagi ini dalam rangka percepatan pelaksanaan program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS)," ungkap Mi'an.

BACA JUGA:Sawah Baru Disebut Mulai Dimanfaatkan Petani Enggano

Menurut Mi'an, dengan begitu target pengusulan CPCL dapat segera terpenuhi, yang muaranya agar program modernisasi pertanian dapat berjalan sesuai dengan rencana.

"Sebagaimana yang diketahui, hingga akhir Juli 2026 luas lahan yang telah diusulkan dalam program tersebut baru mencapai sekitar 3.970 hektar (Ha) atau sekitar 48 persen dari total target alokasi 8.200 Ha," kata Mi'an.

Dilanjutkan Mi'an, dengana rendahnya capaian, berbagai dorongan harus dilakukan. Tentunya keberhasilan program pertanian modern ini tidak dapat dicapai hanya mengandalkan pemerintah saja.

"Dalam artian tetap membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, terutama para penyuluh pertanian dan kelompok tani," ujar Mi'an.

Mi'an menambahkan, karena program ini merupakan program baru dari Kementerian Pertanian (Kementan), yang berorientasi pada penerapan teknologi modern dalam sektor pertanian, maka seperti penyuluh pertanian harus berperan aktif.

BACA JUGA:Tak Mampu Lagi Swadaya, Petani Talang Arah Kirim Proposal Minta Pemkab Perbaiki Irigasi

"Terutama untuk mendampingi petani, agar target pengusulan dapat segera tercapai," tambah Mi'an.

Penerapan sistem pertanian modern, sambung Mi'an, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan, mempercepat proses budidaya, serta meningkatkan produktivitas hasil panen melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian.

"Penerapan sistem ini ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas padi hingga dua kali lipat, dibandingkan metode budidaya konvensional, sekaligus meningkatkan efisiensi dalam proses produksi," jelas Mi'an.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: