Selain Lewat APBD, Pemkab BU Dapat Kuota 200 Unit Bedah Rumah Dari Pusat

Selain Lewat APBD, Pemkab BU Dapat Kuota 200 Unit Bedah Rumah Dari Pusat

Selain Lewat APBD, Pemkab BU Dapat Kuota 200 Unit Bedah Rumah Dari Pusat-Radar Utara / Abdul Gafur-

ARGAMAKMUR, RADARUTARA.ID - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program perbaikan hunian layak. 

Tahun ini, selain mengalokasikan anggaran melalui APBD, pemerintah pusat juga menurunkan kuota tahap pertama 100 unit dan tahap kedua 100 unit dengan total 200 unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bengkulu Utara, Munadi SP, menjelaskan bahwa total program bedah rumah yang digulirkan pada tahun anggaran 2026 mencapai 233 unit. 

Rinciannya, sebanyak 33 unit dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sementara 200 unit sisanya merupakan bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui program pusat.

BACA JUGA:Banyak Usulan Bedah Rumah Tahap II di Mukomuko Berguguran

“Program ini tidak hanya menyasar di daratan, tetapi Pulau Enggano juga kebagian 63 unit dan sekarang sudah memasuki tahap pekerjaan,” ujar Munadi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, penentuan lokasi dan penerima manfaat dilakukan melalui verifikasi data yang ketat dan terintegrasi. 

Hal ini guna memastikan bantuan tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Program ini tentu melalui verifikasi data valid, artinya tidak semua yang didata akan mendapatkan program ini. 

Contohnya, ada 2 penerima manfaat terpaksa dicoret lantaran datanya bermasalah,” tegasnya.

BACA JUGA:RTLH Masih Tingg, Perkim Mukomuko Kejar 1.000 Bedah Rumah di 2027

Meskipun mengalami pengurangan kuota akibat kendala administrasi kependudukan, Munadi memastikan proses pencairan dan pelaksanaan fisik bagi 231 unit lainnya dengan dana perunitnya Rp20 juta itu dipastikan berjalan sesuai jadwal. 

Pihaknya juga terus melakukan pendampingan teknis di lapangan agar kualitas bangunan memenuhi standar layak huni yang ditetapkan.

Di tengah tantangan geografis yang beragam, termasuk akses ke wilayah kepulauan, Pemkab Bengkulu Utara optimistis seluruh target dapat rampung sebelum akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: