Alat Berat Diduga Beroperasi di BAS, Koalisi Selamatkan BAS: Ini Harusnya Jadi Atensi

Alat Berat Diduga Beroperasi di BAS, Koalisi Selamatkan BAS: Ini Harusnya Jadi Atensi

Alat berat yang diduga masih beroperasi dalam kawasan BAS-Radar Utara / Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Diduga masih terdapat alat berat yang beroperasi di Hutan Produksi Terbatas (HPT) kawasan Bentang Alam Seblat (BAS), yang berada di sekitar konsesi PT. Bentara Arga Timber (BAT).

Mirisnya, dugaan itu ditengah berlangsungnya Operasi Gabungan Merah Putih di Kawasan BAS, yang dipimpin Direktorat Jendral (Dirjen) Penegakkan Hukum Kehutanan (Gakkumhut) Kementerian Kehutanan Republik Indonesia (Kemenhut RI).

Berdasarkan informasi yang beredar, setidaknya terdapat lima alat berat yang masih terlihat beroperasi di HPT bagian dari kawasan BAS tersebut.

Koalisi Selamatkan BAS, Ali Akbar mengatakan, dengan masih ditemukannya keberadaan alat berat yang dimaksud, tentu ini harus menjadi atensi khusus bagi Dirjen Gakkumhut.

BACA JUGA:Monitoring Drone Thermal, 17 Gajah Liar Teridentifikasi di BAS

"Karena ini secara langsung menunjukkan jika kemampuan Tim Operasi Gabungan tidak cukup. Terutama dalam mengcover semua wilayah, dengan tingkat ancaman tinggi di kawasan BAS," ungkap Ali, Minggu 19 Juli 2026.

Pemicunya, lanjut Ali, bisa saja disebabkan karena jumlah personel tim gabungan memang tidak memadai, atau mungkin juga karena ada kejenuhan. Dalam artian personil tim gabungan sudah mulai lelah.

"Operasi lanjutan di kawasan BAS itukan sudah berlangsung beberapa bulan, tentu hal sedemikian harus dikaji atau dievaluasi," saran Ali.

Bisa jadi, sambung Ali, temuan itu karena pihak-pihak yang masih beraktivitas di dalam kawasan, menganggap jika operasi gabungan itu bukan sebagai ancaman.

"Faktor-faktor sedemikian, idealnya juga harus menjadi pertimbangan bagi Tim Gabungan yang melakukan operasi Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dalam kawasan BAS," tegas Ali.

BACA JUGA:Tingkatkan Status Kawasan BAS Jadi Suaka Margasatwa

Menurut Ali, pihaknya melihat dalam operasi PKH, sebenarnya perlu ada proses evaluasi. Evaluasi ini bisa melalui BKSDA, yang dikoordinasikan dengan Dirjen Gakkumhut Kemenhut RI.

"Ini katanya saja jika Dirjen Gakkumhut Kemenhut RI bakal datang ke Bengkulu untuk melakukan proses evaluasi, terkait dengan apa yang sudah dicapai dalam operasi gabungan PKH. Sayangnya sampai sekarang belum terdengar," sindir Ali.

Ali menambahkan, pihaknya selaku Koalisi Selamatkan BAS, sejauh ini terus memainkan peran melalui komunikasi dengan berbagai pihak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: