Hasilkan Ternak Unggul, Peternak Sapi Diminta Beralih ke Inseminasi Buatan

Hasilkan Ternak Unggul, Peternak Sapi Diminta Beralih ke Inseminasi Buatan

Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP-Radar Utara/ Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Peternak sapi di Kabupaten Mukomuko diminta menghentikan pola beternak tradisional yang selama ini masih mengandalkan perkawinan alami.

Metode tersebut dinilai tidak lagi mampu mendorong peningkatan kualitas maupun produktivitas ternak secara maksimal.

Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko menegaskan bahwa sudah saatnya peternak beralih ke metode inseminasi buatan (IB) sebagai solusi utama dalam pengembangan peternakan sapi.

Langkah ini dinilai lebih terukur, efisien, serta mampu menghasilkan bibit ternak yang unggul.

Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP, menyampaikan bahwa penggunaan inseminasi buatan menjadi kunci dalam memperbaiki mutu genetik ternak milik masyarakat.

Dengan IB, peternak tidak lagi bergantung pada pejantan lokal yang kualitasnya terbatas.

“Kalau masih bertahan dengan cara lama, hasilnya akan stagnan. Inseminasi buatan memberikan peluang lahirnya sapi dengan kualitas lebih baik, pertumbuhan lebih cepat, dan nilai ekonomi lebih tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, melalui inseminasi buatan, peternak dapat mengakses bibit unggul tanpa harus memelihara pejantan sendiri.

Selain itu, metode ini juga dapat menekan risiko penyebaran penyakit yang kerap terjadi pada perkawinan alami.

BACA JUGA:Stok Vaksin Aman, Peternak Diminta Sigap Laporkan Gejala Penyakit Ternak

Menurutnya, pemerintah daerah telah menyiapkan tenaga teknis serta program pendukung untuk mendorong penerapan IB di lapangan.

Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran dan kemauan peternak untuk berubah.

“Fasilitas sudah ada, tenaga juga tersedia. Tinggal bagaimana peternak mau beralih atau tetap bertahan dengan pola lama yang hasilnya terbatas,” ujarnya.

Hari menambahkan, jika metode inseminasi buatan diterapkan secara luas, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh peternak secara individu, tetapi juga akan mendorong peningkatan populasi dan kualitas ternak sapi di daerah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: