Lahan Eks PT Agricinal Jadi Magnet Investor, Jajaki Pengembangan Sapi Perahi
Camat Putri Hijau, K. Agus Mujahidin, S.Sos, M.Si-Dok. Radar Utara-
RADARUTARA.ID - Potensi sumber daya alam yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara di kawasan lahan eks hibah PT Agricinal, Desa Pasar Sebelat, Kecamatan Putri Hijau, mulai menarik perhatian kalangan investor.
Kawasan yang telah dirancang sebagai lokasi pengembangan Integrated Farming System (IFS) atau sistem pertanian terpadu itu, kini mulai dijajaki sebagai lokasi investasi, khususnya di sektor peternakan.
Camat Putri Hijau, K. Agus Mujahidin, S.Sos., M.Si, membenarkan adanya ketertarikan sejumlah investor terhadap kawasan tersebut.
Salah satunya berasal dari perusahaan yang bergerak di bidang peternakan dengan rencana pengembangan ternak sapi perah.
Menurut Agus, munculnya minat investor tidak terlepas dari peran Bank Indonesia (BI) yang selama ini turut memfasilitasi pengembangan kawasan tersebut.
BACA JUGA:Soroti Nasib Lahan Hibah PT Agricinal, Diminta Lanjutkan Program Integrated Farming
Melalui berbagai kajian terhadap potensi lahan eks PT Agricinal yang kini berada di bawah penguasaan penuh Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.
“Kawasan ini sebelumnya memang sudah memiliki masterplan sebagai lokasi pengembangan Integrated Farming System. Saat ini, mulai ada investor yang melirik potensi tersebut, khususnya untuk pengembangan peternakan sapi perah,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, sejauh ini tahapan yang dilakukan investor masih sebatas penjajakan potensi sumber daya alam dan kelayakan investasi.
Meski demikian, komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara telah dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari proses pematangan rencana investasi.
“Masih dalam tahap penjajakan. Namun pihak investor sudah mulai membangun komunikasi dengan pemerintah daerah untuk membahas rencana pengembangan usaha peternakan sapi perah di kawasan tersebut,” jelasnya.
BACA JUGA:Soroti Nasib Lahan Hibah PT Agricinal, Diminta Lanjutkan Program Integrated Farming
Agus berharap ketertarikan investor tidak berhenti pada tahap survei maupun kajian semata, melainkan dapat berlanjut hingga tahap realisasi investasi.
Menurutnya, kehadiran investor akan menjadi langkah awal dalam mewujudkan konsep Integrated Farming System yang selama ini telah direncanakan pemerintah daerah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: