Pilkades Serentak 37 Desa Diguyur Dana Rp700 Juta
Kabid Pemerintah Desa dan kelurahan DPMD Mukomuko, Darsono, SPd-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Pemerintah Kabupaten Mukomuko memastikan kesiapan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak yang akan digelar pada Oktober 2026 mendatang. Total dana yang disiapkan mencapai Rp700 juta, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin pesta demokrasi tingkat desa berjalan lancar, tertib, dan berkualitas.
Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp400 juta lebih akan disalurkan langsung ke 37 desa yang akan melaksanakan Pilkades. Masing-masing desa diperkirakan menerima dana berkisar antara Rp10 juta hingga Rp11 juta untuk mendukung pelaksanaan di tingkat lokal, mulai dari persiapan hingga hari pemungutan suara.
Sementara itu, sisa anggaran sebesar Rp300 juta dialokasikan untuk kebutuhan logistik Pilkades. Dana ini mencakup pengadaan surat suara, kotak suara, bilik suara, serta pembiayaan honor panitia dan berbagai kebutuhan teknis lainnya yang bersifat terpusat.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Kelurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mukomuko, Darsono, S.Pd, menegaskan bahwa pembagian anggaran telah dirancang secara proporsional agar seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan optimal.
BACA JUGA:Pilkades Serentak 37 Desa Digasak, Payung Hukum Perda Dikebut Jelang Oktober 2026
“Anggaran total Rp700 juta sudah kita siapkan. Sekitar Rp400 juta lebih kita distribusikan ke 37 desa, masing-masing menerima antara Rp10 sampai Rp11 juta. Sedangkan Rp300 juta digunakan untuk kebutuhan logistik secara keseluruhan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengalokasian dana ini telah melalui perhitungan matang dengan mempertimbangkan kebutuhan riil di lapangan. Pemerintah daerah juga memastikan seluruh proses penggunaan anggaran akan diawasi secara ketat agar tepat sasaran dan akuntabel.
Lebih jauh, Darsono berharap dukungan semua pihak, baik panitia, aparat desa, maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas selama tahapan Pilkades berlangsung. Menurutnya, Pilkades bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan desa ke depan.
“Pilkades ini adalah wajah demokrasi di tingkat desa. Kita ingin pelaksanaannya tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga mampu melahirkan pemimpin desa yang benar-benar dipercaya masyarakat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: