Puluhan PAUD Mukomuko Lolos Tahap Lanjutan Program Revitalisasi 2026
Kepala Disdikbud Mukomuko, Arni Gusnita, MM-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Upaya serius Pemerintah Kabupaten Mukomuko dalam membenahi sektor pendidikan mulai menunjukkan hasil konkret. Melalui perbaikan data dan administrasi yang dilakukan secara menyeluruh, puluhan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kini berhasil menembus tahapan lanjutan program revitalisasi pendidikan tahun 2026 yang digulirkan pemerintah pusat.
Tak hanya PAUD, program ini juga menyasar lembaga pendidikan nonformal. Tercatat, dua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan satu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) ikut masuk dalam daftar calon penerima bantuan, memperkuat komitmen pemerataan akses pendidikan di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Arni Gusnita, MM, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah lembaga yang lolos tidak terlepas dari strategi pembaruan data yang dilakukan pihaknya. Awalnya, hanya 19 PAUD yang diajukan pada akhir 2025. Namun setelah dilakukan verifikasi ulang dan penyempurnaan administrasi, jumlahnya meningkat signifikan.
“Perbaikan data menjadi kunci utama. Dari 19 PAUD yang diusulkan, kini berkembang menjadi 31 PAUD yang dipanggil mengikuti tahapan lanjutan program revitalisasi,” tegasnya.
BACA JUGA:Puluhan PAUD di Mukomuko Bakal Dapat Program Revitalisasi
Ia menambahkan, dalam proses seleksi program pusat, kelengkapan dan validitas data menjadi faktor penentu. Tanpa data yang akurat, peluang untuk mendapatkan bantuan akan sulit tercapai.
Masuknya puluhan PAUD dalam program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Mukomuko. Terutama dalam hal penyediaan sarana dan prasarana yang selama ini masih menjadi kendala, khususnya bagi lembaga yang dikelola swasta.
Saat ini, terdapat 187 PAUD yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Mukomuko. Dari jumlah tersebut, 51 berstatus negeri, sementara sisanya masih dikelola oleh pihak swasta. Kondisi ini menegaskan bahwa peran swasta masih menjadi tulang punggung layanan pendidikan usia dini di daerah.
“Program ini sangat penting untuk memperkuat kualitas lembaga, terutama PAUD swasta yang masih terbatas dari sisi fasilitas,” ujarnya.
BACA JUGA:Revitalisasi Pendidikan Digencarkan, 31 PAUD Mukomuko Masuk Daftar Prioritas 2026
Selain itu, dukungan terhadap PKBM dan SKB juga dinilai strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang belum tersentuh jalur formal. Dengan demikian, revitalisasi tidak hanya berfokus pada pendidikan usia dini, tetapi juga menjangkau kebutuhan belajar masyarakat secara lebih luas.
"Kami memastikan akan terus mengawal seluruh proses hingga tahap penetapan akhir. Agar seluruh lembaga yang diusulkan benar-benar memenuhi persyaratan dan memiliki peluang maksimal untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: