Dilema Program MBG, Dongkrak Ekonomi Rakyat Namun Dibenci Masyarakat
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma-Radar Utara/ Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mukomuko kini berada di persimpangan.
Di satu sisi, program ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi rakyat hingga membuka peluang kerja.
Namun di sisi lain, tidak sedikit masyarakat yang justru menunjukkan kekecewaan, bahkan penolakan, akibat beberapa persoalan. Salah satunya soal kualitas makanan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma, mengakui bahwa keberadaan MBG membawa dampak ekonomi yang cukup besar di tengah masyarakat.
BACA JUGA:Camat Marga Sakti Sebelat Minta Dapur MBG Libatkan UMKM Lokal dan Laporan Berkala
Program ini tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga menghidupkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kalau program MBG ini dihentikan, dampaknya jelas. Angka pengangguran bisa bertambah karena banyak masyarakat yang selama ini bekerja di dalamnya. Begitu juga dengan pelaku UMKM yang ikut terdampak,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sejumlah sektor usaha kecil seperti penjual sayur, telur, daging ayam, hingga kebutuhan pangan lainnya merasakan langsung peningkatan permintaan sejak program ini berjalan. Perputaran ekonomi di tingkat lokal pun ikut terdongkrak.
Namun demikian, manfaat tersebut seolah berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan.
BACA JUGA:3 Bulan Disuspend, Dapur MBG Air Tenang Mati Suri
Sejumlah warga justru mengeluhkan kualitas makanan yang diterima. Mulai dari roti yang disebut sudah berjamur hingga dan lainnya.
“Kita tidak menutup mata, memang ada warga yang kecewa. Persoalan higienitas makanan ini menjadi catatan penting,” tegas Elxsandi.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut bukanlah kegagalan konsep program, melainkan lemahnya pengawasan dan pelaksanaan teknis di lapangan.
Ia menilai, jika seluruh pihak menjalankan program sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat, maka permasalahan tersebut tidak akan terjadi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: