Jangan Sampai Mangkrak, Operasional IPLT Selagan Jaya Diusulkan di APBD 2027

Jangan Sampai Mangkrak, Operasional IPLT Selagan Jaya Diusulkan di APBD 2027

Kepala Dinas PUPR Mukomuko-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Komitmen menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat kembali diuji. Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan akan mendorong penganggaran operasional Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Desa Selagan Jaya, Kecamatan Air Manjunto ke dalam APBD Tahun 2027.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Fasilitas yang telah dibangun dengan harapan besar tersebut tidak boleh berhenti hanya sebagai simbol pembangunan tanpa fungsi nyata. Operasional yang berkelanjutan menjadi kunci agar IPLT benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Mukomuko, Ir. Apriansyah, ST, MT, menegaskan bahwa keberadaan IPLT harus ditopang dengan pembiayaan yang jelas dan terukur. Tanpa itu, pelayanan pengelolaan limbah domestik akan sulit berjalan optimal.

“IPLT bukan hanya bangunan. Ini adalah sistem yang harus hidup. Tanpa dukungan operasional, maka manfaatnya tidak akan dirasakan maksimal oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pengajuan anggaran tersebut mencakup kebutuhan dasar operasional yang tidak bisa diabaikan. Mulai dari gaji tenaga pengelola UPTD, biaya listrik, penyediaan alat tulis kantor, hingga kebutuhan teknis lainnya yang menunjang proses pengolahan limbah secara berkesinambungan.

Menurutnya, peran UPTD sebagai ujung tombak pengelolaan limbah domestik sangat strategis. Mereka tidak hanya menjalankan fungsi teknis, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas lingkungan agar tetap sehat dan layak huni.

Tanpa dukungan anggaran yang memadai, kinerja UPTD dikhawatirkan tidak maksimal. Dampaknya bukan hanya pada layanan, tetapi juga berpotensi memicu persoalan lingkungan yang lebih besar di masa depan.

Meski demikian, besaran anggaran yang akan diajukan masih dalam tahap perhitungan. Pemerintah daerah, kata Apriansyah, ingin memastikan angka yang diajukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Kita tidak ingin asal mengusulkan. Semua harus berbasis kebutuhan nyata agar tepat sasaran dan efektif,” ujarnya.

Dorongan penganggaran ini sekaligus menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah agar fasilitas IPLT di Selagan Jaya tidak bernasib sebagai proyek terbengkalai. Lebih dari itu, ini adalah bagian dari upaya besar membangun kesadaran bersama akan pentingnya pengelolaan limbah yang baik.

Sebab, sanitasi bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut kualitas hidup masyarakat. Lingkungan yang bersih akan melahirkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.

“Ini komitmen kita bersama. IPLT harus berfungsi, masyarakat harus merasakan manfaatnya, dan lingkungan harus tetap terjaga,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: