Biaya Produksi Lebih Tinggi Picu Turunnya NTP di Bengkulu
Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal, ME.-ANTARA FOTO-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - Biaya produki yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang diterima, menjadi pemicu turunnya Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Bengkulu.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Ir. Win Rizal, ME. Menurut Win Rizal, pada Mei 2026 tercatat NTP di Bengkulu sebesar 201,95.
"NTP tersebut turun 0,02 persen, ketika dibandingkan dengan April 2026 yang berada di angka 201,99. Penurunan ini karena kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) lebih tinggi," ungkap Win Rizal.
Tentunya, lanjut Win Rizal, ketika dibandingkan dengan kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It). Indeks harga yang diterima petani naik 1,07 persen, namun indeks harga yang dibayar meningkat lebih tinggi yakni 1,09 persen.
"Turunnya NTP ini juga dipengaruhi penurunan pada tiga subsektor utama, yakni tanaman pangan yang turun 1,19 persen," kata Win Rizal.
Kemudian, sambung Win Rizal, tanaman perkebunan rakyat turun 1,41 persen, dan perikanan turun 2,82 persen. Meski secara umum NTP mengalami penurunan, terdapat dua subsektor yang mencatat kenaikan.
"Yakni hortikultura sebesar 48,66 persen dan peternakan sebesar 1,74 persen,” beber Win Rizal.
Win Rizal menambahkan, penurunan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Bengkulu. Pada April 2026, NTUP tercatat sebesar 201,78, kemudian turun menjadi 201,46 pada Mei 2026 atau berkurang 0,16 persen.
“Ini menunjukkan biaya yang dikeluarkan rumah tangga pertanian mengalami kenaikan lebih besar, dibandingkan perkembangan harga yang diterima dari hasil usaha pertanian,” singkat Win Rizal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: