Gandeng Balai Karantina, Mukomuko Antisipasi Ancaman OTP

Gandeng Balai Karantina, Mukomuko Antisipasi Ancaman OTP

Kepala Dinas pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Komitmen menjaga ketahanan sektor pertanian dari ancaman organisme pengganggu tanaman (OPT) terus diperkuat. Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko telah berkolaborasi dengan petugas Pengawasan organisme pengganggu tanaman (OPT) dari Balai Karantina Provinsi Bengkulu. Kolaborasi ini bagian dari upaya sinergi pengawasan dan pencegahan penyebaran hama serta penyakit tanaman di daerah.

Bahkan tim dari petugas OTP telah turun ke Mukomuko untuk meningkatkan koordinasi khususnya dalam hal pengawasan lalu lintas komoditas pertanian yang berpotensi menjadi media pembawa OPT. Kehadiran tim dari Balai Karantina diharapkan mampu memperkuat sistem deteksi dini sekaligus memperketat pengendalian di wilayah Mukomuko yang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di Provinsi Bengkulu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengawasan OPT merupakan aspek krusial dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus melindungi petani dari potensi kerugian akibat serangan hama dan penyakit tanaman.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari petugas Pengawasan OPT Balai Karantina Provinsi Bengkulu. Ini adalah langkah strategis dalam memperkuat sinergi dan koordinasi guna memastikan wilayah Mukomuko tetap aman dari ancaman organisme pengganggu tanaman,” ujarnya.

Menurut Hari Mustaman, peran karantina tidak hanya sebatas pengawasan di pintu masuk dan keluar wilayah, namun juga menjadi mitra penting dalam memberikan edukasi kepada petani serta pemangku kepentingan lainnya terkait pentingnya menjaga kesehatan tanaman.

Ia menambahkan, dengan semakin meningkatnya mobilitas komoditas pertanian, risiko masuk dan tersebarnya OPT juga semakin tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan terpadu serta kesadaran bersama dalam menjaga kualitas dan keamanan hasil pertanian.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, akan tercipta sistem pengawasan yang lebih efektif, serta meningkatkan kewaspadaan semua pihak, termasuk petani, dalam mendeteksi dan melaporkan adanya gejala serangan OPT sejak dini,” tambahnya.

Dinas Pertanian Mukomuko juga terus mendorong penerapan praktik pertanian yang baik (good agricultural practices) serta pengendalian hama terpadu (PHT) sebagai langkah preventif dalam menekan perkembangan organisme pengganggu tanaman.

"Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan sektor pertanian Mukomuko semakin tangguh, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan daerah maupun nasional," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: